Rabu, 10 Agustus 2011

IKUTI PETUNJUK ALLAH DALAM MEMILIH PEMIMPIN

Manusia adalah makhluk Allah SWT yang hidupnya selalu berjamaah. Itulah tabiat asli manusia yang diberikan oleh Allah SWT kepadanya. Tidak mungkin manusia bisa hidup dengan tidak berjamaah. Bahkan dipastikan manusia akan punah bila hidupnya tidak berjamaah. Bandingkan kehidupan manusia dengan kehidupan sebatang pohon, misalnya. Pohon memiliki tabiat hidup yang sama sekali berbeda dengan manusia. Pohon bisa saja mempertahankan hidupnya sendirian. Karena dia berbunga lalu dari bunganya sendiri menghasilkan biji yang menjadi benih baginya. Biji yang muncul dari satu batang pohon akan menjadi pelanjut eksistensi pohon itu hingga hari kiamat. Atau dari daunnya dia mengembangkan keturunannya dan eksistensinya dengan demikian bisa dipertahankan. Ada pula, dari dahan atau rantingnya yang gugur menjadi bibit baginya. Bahkan ada tumbuh-tumbuhan yang mempertahankan eksistensinya hanya dengan akarnya. Sedangkan manusia, harus mempertahankan eksistensinya dengan pernikahan antara seorang laki-laki dengan seorang perempuan atau lebih.
Bahkan manusia dalam mempertahankan eksistensinya harus saling tolong menolong di antara mereka. Apalagi ketika menusia ternyata makhluk berbudaya. Karena Allah SWT telah memberinya akal yang selalu mendorong dirinya untuk melakukan berbagai eksperimen dan inovasi dalam segala hal. Akhirnya, karena adanya anugerah akal, sebagian orang lebih maju daripada sebagian yang lain. Sebagian kelompok sosial lebih berbudaya daripada yang lain. Kondisi demikian memicu semangat berlomba di antara mereka para manusia. Mereka berlomba dalam kemajuan budaya dan kemajuan sosial. Semua manusia menginginkan kemajuan dalam segala hal.
Semua tujuan mereka harus dicapai secara bersama. Mereka harus kompak untuk mencapai kemajuan itu. Mereka harus terkoordinir dalam melakukan berbagai upaya guna mencapai kemajuan yang mereka idam-idamkan bersama-sama. Kekuatan modal, semangat dan potensi-potensi lain yang mereka miliki harus diorganisir di bawah seorang pemimpin yang mumpuni. Sehingga arah jamaah focus kepada apa-apa yang menjadi tujuan mereka.
Pemimpin yang mengorganisir mereka harus seorang yang benar-benar paham tujuan bersama, bukan paham tujuan hawa-nafsunya sendiri, keluarga dan kroninya saja. Pemimpin harus orang yang kuat fisik dan akalnya. Pemimpin harus orang yang luas pengetahuan dan jaringannya. Pemimpin harus orang yang ilmunya shahih sehingga semua amalnya dalam memimpin shalih. Kalau ilmu yang dia miliki tidak shahih atau tidak memiliki ilmu sama sekali, tidak mungkin amal-amalnya menjadi shalil. Amalnya hanya thalih. Pemimpin harus tangguh dan teguh dalam memeluk agamanya sehingga tahu 'jimat' apa yang ia mempankan ketika menghadapi godaan setan. Pemimpin harus paham bahasa setan yang langsung menyeruak di dalam hati dan langsung dipahami, sekalipun bahasa setan itu tidak pernah ada namanya. Karena setan ngomong langsung di dalam hati seseorang dan orang tersebut langsung paham apa yang setan maksud. Godaan setan itu sangat strategis, karena penggoda (setan), orang yang digoda (seorang pemimpin misalnya) dan proses bujuk-rayu setan tidak pernah diketahui oleh orang lain. Sehingga pemimpin sangat rentan dan sangat mudah tergiur mengikuti apa maunya setan, karena merasa dia memenuhi apa yang dibisikkan oleh setan adalah demi kepuasannya sendiri dan tidak ada orang lain yang mengetahuinya. Ingat, baik dia setan dari golongan jin atau setan dari golongan manusia.
Ketika seorang pemimpin sudah demikian, maka sesungguhnya dia mulai kehilangan kendali dirinya. Agama sudah dianggap hanya pemantas belaka. Baginya agama tidak penting dan cenderung membatasi gerak bebas dirinya. Akhirnya, benar-benar kehilangan agama sebagai pengendalinya. Dan semua tindakannya adalah tindakan-tindakan yang thalih dan sama sekali tidak shalih.
Ketika pemimpin yang demikian adalah pilihan rakyat, maka rakyat mulai menyadari bahwa mereka hanya dibodohi dengan sejumlah uang, iming-iming dan janji-janji yang tidak kalah menariknya dengan janji-janji setan kepada manusia. Mereka sesungguhnya diajak untuk menjungkir balikkan wilayah yang ada di bawah kepemimpinannya. Mereka diajak mengorbankan rakyat dan semua potensi negara atau daerahnya. Dan ironinya, semua itu hanya demi kepentingan pemimpin tersebut.
Pemimpin yang dekat dengan ridha Allah SWT adalah seorang pemimpin sebagaimana yang dijelaskan oleh-Nya di dalam surah Al Baqarah ayat 247. Seorang pemimpin yang dipilihkan oleh Allah SWT untuk memenuhi permintaan Bani Israil adalah pemimpin yang telah Allah SWT lengkapi dengan keluasan ilmu dan kekuatan fisik. Sekali lagi, bahwa ilmu Allah SWT adalah ilmu yang shahih, sehingga pemimpin pilihan Allah SWT adalah seorang pemimpin yang amal-amalnya senantiasa shalih karena ilmunya shahih. Tidak berani khianat, tidak mungkin melakukan kecurangan, tidak bisa aniaya kepada rakyat, langsung atau tidak langsung, tidak juga aniaya kepada dirinya sendiri. Pemimpin yang dekat dengan ridha Allah adalah pemimpin yang siap memimpin peperangan sekalipun. Tidak pengecut dan tidak ciut. Mahir menunggang kuda dan mengayunkan senjata. Tajam menatap masa depan yang lebih baik. Tidak gentar membela semua yang wajib ia bela. Tidak loyo memperjuangkan cita-cita bersama. Selalu siap menjadi koordinator dalam berbagai kegiatan demi kemajuan bersama. Tidak menghabiskan waktu untuk 'membangun jiwa dan badan' hanya demi kepentingan dirinya sendiri, dan bukan untuk kemajuan bersama.
Pemimpin pilihan Allah SWT bukan hanya orang yang banyak hartanya. Mengukur kelayakan dan kelaikan seseorang menjadi pemimpin hanya dari aspek harta saja adalah Yahudi kuno.
Semua rakyat mempunyai cita-cita : kemajuan negara dan daerah dalam segala aspek. Maju secara bersama-bersama. Tidak boleh ada yang ditinggal atau dirugikan. Semua potensi negara atau daerah harus ke sana arah penggunaannya agar negara atau daerah ini menjadi negara atau daerah yang thoyyibatun wa Rabbun ghafur, gemah ripah, lohjinawi, toto, titi, tentrem, kerto raharjo. Tidak ada jalan yang binasa, gedung sekolah yang baru dibangun langsung ambruk, gedung sekolah yang lama tidak dibangun sampai ambruk, rakyat miskin sampai kekurangan gizi, rakyat tidak bisa masuk sekolah karena biaya tidak ada, rakyat mati sia-sia karena tidak mampu berobat, para pemuda yang pesimis sehingga hanya bisa hura-hura dan membuat huru-hara, paham agama yang sangat rendah sehingga budayanya hanya beda tipis dengan pola yang ada di dunia binatang.
Jangan sampai rakyat rela dipimpin oleh seorang pemimpin yang menjadikan rakyatnya sebagai mesin produksi suara. Rakyat tidak boleh pintar dan luas wawasan, karena dianggap akan menjadi rival baginya. Jangan sampai rakyat rela dipimpin oleh seorang pemimpin yang menjadikan rakyatnya sebagaimana pepatah Arab yang artinya : Buatlah anjingmu kelaparan sehingga akan tunduk patuh kepadamu. Rakyat hanya dijadikan pekerja-pekerja yang memberikan keuntungan kepadanya. Semua potensi hanya diarahkan penggunaannya hanya demi kepentingannya sendiri, keluarga dan kroninya. Rakyat harus memilih pemimpin dengan kriteria sebagaimana yang Allah SWT sudah paparkan di dalam Al Qur'an. Rakyat harus paham dan yakin bahwa jika negara atau daerah ini dikelola oleh seorang pemimpin yang memiliki integritas tinggi, akan memberikan kemajuan yang jauh dari kondisi sekarang ini. Rakyat tidak akan diberi jalan yang bolong-bolong, lingkungan yang penuh sampah, udara penuh pencemaran, air kotor dan terkontaminasi, kota-kota yang pengab di siang hari, tidak rapi, di sana sini pengemis dan orang gila telanjang, trotoar-trotoar menjadi tempat mengais rezeki bagi pedang kaki lima dan gelap di malam hari, budaya penuh gusur-menggusur, pasar yang dipenuhi bau busuk menusuk, pembangunan fisik marak hanya di akhir masa jabatan dan lain sebagainya.
Semoga Allah SWT membantu rakyat yang taat kepada-Nya dalam memilihkan seorang pemimpin yang Rabbani, demi kebahagiaan di dunia dan di akhirat. Amin ya Rabbal alamien.

******

Senin, 01 Agustus 2011

TAKKID DAN PERSAKSIAN

ANDA SEORANG MUSLIM/MUSLIMAH ?
1. AMALAN KITA HARUS DARI REFERENSI AL QUR'AN DAN AS-SUNNAH SAJA, BUKAN DARI "DAWUH" KYAI ATAU AJENGAN ATAU ULAMA YANG TIDAK BERSUMBER DARI AL QUR'AN ATAU AS-SUNNAH YANG SHAHIHAH.
2. PUASA YANG KITA AMALKAN HARUS PUASA SUNNAH ATAU WAJIB YANG SYAR'I, BUKAN PUASA YANG DIANJURKAN OLEH MANUSIA BIASA, SEPERTI : PUASA PATI GENI, MUTIH, NGROWOT, PADANG ATI DAN LAIN SEBAGAINYA.
3. PUASA YANG SYAR'I, BAIK YANG WAJIB ATAU YANG SUNNAH TUJUANNYA ADALAH "AGAR KALIAN MENJADI BERTAQWA", SEDANG PUASA YANG TIDAK SYAR'I TUJUANNYA 'AGAR KALIAN MENJADI KEBAL, DUKUN, AHLI PELET" DAN LAIN-LAIN.
4. TUJUAN PUASA YANG TIDAK SYAR'I ADALAH DUNIAWI, KESOMBONGAN, BERSAHABAT DENGAN JIN DAN SETAN.
5. PUASA YANG TIDAK SYAR'I DENGAN TUJUAN YANG BISA DIIZINKAN OLEH ALLAH NAMUN PASTI TIDAK DIRIDHAI, SEPERTI ORANG MALING BERHARAP SELAMAT DALAM MELANCARKAN AKSI, DIIZINKAN OLEH ALLAH DAN SELAMAT, NAMUN KESELAMATANNYA TIDAK MENUNJUKKAN HALALNYA APA YANG IA LAKUKAN, AKAN TETAPI TETAP MALING TIDAK DIRIDHAI OLEH ALLAH.
6. SEMUA AMALAN KITA HARUS YANG DIRIDHAI OLEH ALLAH DAN BUKAN HANYA DIIZINKAN OLEHNYA.

JAZAKUMULLAH ATAS PERHATIAN DAN PEMAHAMAN ANTUM SEMUA ATAS POIN POIN PENTING DI ATAS, SEMOGA ALLAH MERIDHAI SELURUH AMAL KITA DAN SELALU MENCURAHKAN PETUNJUKNYA KEPADA KITA. AMIN.

POKOK-POKOK KHUTBAH TTG PERSIAPAN MENGHADAPI BULAN RAMADHAN 1432 H

PERSIAPAN MENGHADAPI RAMADHAN 1432 H
1- Persiapan umum dari bulan Rajab dan Sya'ban dengan memperbanyak ibadah (puasa sunnah, shalat gerhana, shalat tahajjud, shalat rawatib, shadaqah).
2- Persiapan khusus meliputi :
 Persiapan ruhy : Semangat beribadah dan berdoa.
 Persiapan jasady : Fisik kuat demi menjalankan ibadah yang lebih banyak dan shahihah.
 Persiapan maly : Zakat fitrah, zakat maal, shadaqah.
 Persiapan ilmy : Ilmu yang shahih melahirkan amal shalih.
3- Bimbingan Rasul berkenaan dengan puasa :
1) الجامع الصغير وزيادته - (1 / 730)
7294صيام المرء في سبيل الله يبعده من جهنم مسيرة سبعين عاما .
عن أبي الدرداء .
قال الشيخ الألباني : ( صحيح )

2) الجامع الصغير وزيادته - (1 / 1128)
11275 - من صام يوما في سبيل الله باعد الله بذلك اليوم حر جهنم عن وجهه سبعين خريفا .
عن أبي سعيد .
قال الشيخ الألباني : ( صحيح )

3) الجامع الصغير وزيادته - (1 / 1128)
11272 - من صام رمضان إيمانا و احتسابا غفر له ما تقدم من ذنبه .
عن أبي هريرة .
قال الشيخ الألباني : ( صحيح ) انظر حديث رقم : 6326 في صحيح الجامع

4) الجامع الصغير وزيادته - (1 / 279)
2788 - إن الله تعالى يقول : إن الصوم لي و أنا أجزي به إن للصائم فرحتين : إذا أفطر فرح و إذا لقي الله تعالى فجزاه فرح ، والذي نفس محمد بيده لخلوف فم الصائم أطيب عند الله من ريح المسك .
عن أبي هريرة وأبي سعيد معا .
قال الشيخ الألباني : ( صحيح ) انظر حديث رقم : 1907 في صحيح الجامع
4- Jangan lupa zakat fitrah dan shadaqah :
1) مَا عِنْدَكُمْ يَنْفَدُ وَمَا عِنْدَ اللهِ بَاقٍ (النحل : 96)

2) صحيح ابن ماجة - (1 / 306)
حدثنا حفص بن عمرو حدثنا عبد الرحمن بن مهدي حدثنا مالك بن أنس عن نافع عن ابن عمر قال : فرض رسول الله صلى الله عليه و سلم صدقة الفطر صاعا (2،04 كغ عند الجمهور و3،25 كغ عند الحنفية) من شعير أو صاعا من تمر على كل حر أو عبد ، ذكر أو أنثى من المسلمين .
( صحيح ) صحيح أبي داود ، وأخرجه البخاري ومسلم .

3) صحيح الترغيب والترهيب - (1 / 263)
1085 - ( حسن )
عن ابن عباس رضي الله عنهما قال : فرض رسول الله صلى الله عليه وسلم صدقة الفطر طهرة للصائم من اللغو (الكلام غير المعقود عليه) والرفث (والرَّفَثُ أَيضاً الفُحْشُ من القول وكلام النساءِ في الجماع) وطعمة للمساكين فمن أداها قبل الصلاة فهي زكاة مقبولة ومن أداها بعد الصلاة فهي صدقة من الصدقة .
رواه أبو داود وابن ماجه والحاكم وقال : صحيح على شرط البخاري
5- Jangan sampai 10 hari terakhir ramadhan / malam Al Qadar : Masjid sepi, pasar ramai.

******

Selasa, 24 Mei 2011

SEKITAR AMALSHALIH

PERBANYAK AMAL SHALIH
1) Kenapa kita perbanyak amal shalih ?
مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُمْ بِأَحْسَنِ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ (النحل : 97)
"Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan" .
(مختصر تفسير ابن كثير) هذا وعد من الله تعالى لمن عمل صالحاً ، وهو العمل المتابع لكتاب الله تعالى وسنة نبيّه صلى الله عليه وسلم ، من ذكر أو أنثى من بني آدم وقلبه مؤمن بالله ورسوله ، بأن يحييه الله حياة طيبة في الدنيا ، وأن يجزيه بأحسن ما عمله في الدار الآخرة . والحياة الطيبة تشمل وجوه الراحة من أي جهة كانت .

2) Apakah amal shalih/kebajikan itu.
• الحديث 27 : [عن النواس بن سمعان رضي الله تعالى عنه عن النبي صلى الله عليه وسلم قال: ( البر حسن الخلق، والإثم ما حاك في نفسك وكرهت أن يطلع عليه الناس ) رواه مسلم .
• الحديث 27 : وعن وابصةَ بنِ معبدٍ رضى الله تعالى عنه قال: أتيتُ رسول الله صلى الله عليه وسلم فقال : ( أتيتَ تسأل عن البر؟ قلت: نعم، قال: استفت قلبك، البر ما اطمأنت إليه النفس، واطمأن إليه القلب، والإثم ما حاك في النفس، وتردد في الصدر، وإن أفتاك الناس وأفتوك ) حديث حسن .
• (مختصر تفسير ابن كثير) العمل الصالح : وهو العمل المتابع لكتاب الله تعالى وسنة نبيّه .

3) Amal shalih adalah ketaatan dan ketaatan adalah segala kebajikan.
• (شرح الأربعين النووية – عبد الله إبراهيم الأنصارى ، الحديث 25) : الطاعات فى الإسلام ليست قاصرة على بعض المناسك فقط ، بل تشمل كل خير .
• (شرح الأربعين النووية – عبد الله إبراهيم الأنصارى ،الحديث 26) : إن الأعمال الصالحة لا تقتصر على الإنسان نفسه ، بل كل عمل فيه نصح للناس ففيه أجر .
• (شرح الأربعين النووية – عبد الله إبراهيم الأنصارى ،الحديث 1) : وشرعت النية لتمييز العادة من العبادة .
4) Contoh2 amal shalih :
1- Infaq harta = Zakat wajib atau shadaqah.
مَا عِنْدَكُمْ يَنْفَدُ وَمَا عِنْدَ اللهِ بَاقٍ (النحل : 96)
"Apa yang di sisimu akan lenyap, dan apa yang ada di sisi Allah adalah kekal".
2- Kalimah thayyibah : Tasbih, takbir, tahmid, tahlil, ta'awwudz, tahawwul, istirja' dll.
3- Amal sosial : Amar ma'ruf, nahi munkar, mengakurkan dua muslim berseteru, membantu membawakan barang, membuang sesuatu yang berbahaya dari jalanan dll.
4- Amal mandiri : Berjalan menuju masjid untuk shalat jamaah, berpikir ulang sebelum berbuat, menjauhi amal yang membuat hati guncang, melakukan amal yang menenangkan hati, dll.
5- Bina keluarga : Jima'.
(شرح الأربعين النووية – عبد الله إبراهيم الأنصارى ، الحديث 25) : اعلم ، أن شهوة الجماع شهوة أحبها الأنبياء والصالحون ، قالوا : لما فيها من المصالح الدينية والدنيوية من غض البصر وكسر الشهوة عن الزنا وحصول النسل التى تتم بها عمارة الدنيا وتكثر الأمة إلى يوم القيامة . قالوا : وسائر الشهوة يقسى تعاطيها القلب إلا هذه ، فإنها ترقق القلب .

*****

Kamis, 24 Maret 2011

KONSEP KHUTBAH JUM'AT (NIKMAT DICINTAI ALLAH DAN CARA MERAIH CINTANYA)

(Jumat, 15 R. Awwal 1432 H/18 Pebruari 2011 M Pajak)

1. Khutbah berkaitan dengan bulan Maulid.
2. Mencari cinta dan ampunan Allah di bulan Maulid.
3. Resep iman agar manis.
4. Bagaimana caranya ?
مشكاة المصابيح - (1 / 2)
8 - [ 7 ] (متفق عليه)
وعن أنس رضي الله عنه قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : ثلاث من كن فيه وجد بهن حلاوة الإيمان : من كان الله ورسوله أحبَّ إليه مما سواهما، ومن أحب عبدا لا يحبه إلا لله، ومن يكره أن يعود في الكفر بعد أن أنقذه الله منه كما يكره أن يُلقَى في النار.

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللهَ وَالْيَوْمَ الآخِرَ وَذَكَرَ اللهَ كَثِيرًا (الأحزاب : 21)
Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.
قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ....(آل عمران : 31)
Katakanlah: "Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu". Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
(ابن كثير) هذه الآية الكريمة حاكمة على كل من ادعى محبة الله، وليس هو على الطريقة المحمدية فإنه كاذب في دعواه في نفس الأمر، حتى يتبع الشرع المحمدي والدين النبوي في جميع أقواله وأحواله، كما ثبت في الصحيح عن رسول الله صلى الله عليه وسلم أنه قال: "مَنْ عَمِلَ عَمَلا لَيْسَ عليه أمْرُنَا فَهُوَ رَدُّ". ولهذا قال: { قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللهُ } أي: يحصل لكم فوق ما طلبتم من محبتكم إياه وهو محبته إياكم، وهو أعظم من الأول، كما قال بعض الحكماء العلماء: ليس الشأن أن تُحِبّ، إنما الشأن أن تُحَبّ .

(معنى حب الله للعبد) في صحيح مسلم عن أبي هريرة قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : إن الله إذا أحب عبداً دعا جبريلَ فقال : إني أُحِبُّ فلاناً فأحِبه ، قال : فيحِبه جبريلُ ثم ينادي في السماء فيقول : إنّ الله يحب فلاناً فأحِبوه ، فيحِبه أهل السماء ، قال : ثم يوضع له القبول في الأرض، وإذا أبغض عبداً دعا جبريلَ فيقول : إني أبغض فلاناً فأبغِضه ، قال : فيبغِضه جبريلُ ثم ينادِي في أهل السماء : إن الله يُبغِض فلاناً فأبغضوه، قال : فيبغِضونه ثم توضع له البغضاءَ في الأرض .

صحيح وضعيف الجامع الصغير - (ج 7 / ص 160)
2713 - إن الله ورسوله حرم بيع الخمر والميتة والخنزير والأصنام .
تخريج السيوطي : ( حم ق 4 ) عن جابر .
تحقيق الألباني : ( صحيح ) انظر حديث رقم : 1832 في صحيح الجامع .

مسند أبي يعلى الموصلي - (ج 10 / ص 365)
4979 - حدثنا محمد بن أبي بكر ، حدثنا عبد العزيز ، حدثنا منصور ، عن أبي الضحى ، عن مسروق ، عن عبد الله قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : إن أشد الناس عذابا يوم القيامة المصورون .
__________
(1) المصور : صانع الأصنام .
(2) الصنم : الصورة بلا جثة .
(3) الوثن : ما كان له جُثَّة من خشب أَو حجر أَو فضة يُنْحَت ويُعْبَد .

KESIMPULAN :
1. Cara mencintai Allah, menurut Allah sendiri adalah, dengan ittiba’ kepada Rasulullah.
2. Maka ittiba’ kepada Rasulullah adalah bukti cinta kepada Allah.
3. Balasan orang ittiba’ kepada Rasulullah (cinta Allah) adalah dicintai oleh Allah dan diampuni dosa-dosanya.
4. Orang yang dicintai Allah akan dicintai oleh semua penghuni langit.
5. Cinta Allah dan cinta Rasulullah adalah salah satu penyebab rasa manis dalam keimanan.
6. Tidak masuk akal mencintai Rasulullah tetapi justeru melakukan apa-apa yang beliau larang melakukannya.

******

KONSEP KHUTBAH JUM'AT (SIKAP TERHADAP NABI MUHAMMAD SAW)

SIKAP TERHADAP NABI MUHAMMAD SAW

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللهَ وَالْيَوْمَ الآخِرَ وَذَكَرَ اللهَ كَثِيرًا (الأحزاب : 21)
21. Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.
Kesimpulan :
1. Seutuhnya kehidupan Rasulullah adalah suri tauladan yang baik,
2. Orang yang meneladani beliau adalah orang yang selalu mengharap ridha Allah,
3. Orang yang meneladani beliau adalah orang yang selalu mengharap datangnya hari akhir dan,
4. Orang yang meneladani beliau adalah orang yang selalu memperbanyak dzikir kepada Allah.

قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ ...(آل عمران : 31)
31. Katakanlah (wahai Muhammad) : "Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu". Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
Kesimpulan :
1. Cara mencintai Allah menurut Allah adalah dengan ittiba' kepada Rasulullah.
2. Orang ittiba' kepada Rasulullah adalah orang yang dicintai oleh Allah dan diampuni dosa-dosanya.

مَنْ يُطِعِ الرَّسُولَ فَقَدْ أَطَاعَ اللهَ وَمَنْ تَوَلَّى فَمَا أَرْسَلْنَاكَ عَلَيْهِمْ حَفِيظًا (النساء : 80)
80. Barangsiapa mentaati Rasul, sesungguhnya ia telah mentaati Allah. Dan barangsiapa yang berpaling (dari ketaatan kepada Rasul), maka Kami (Allah) tidak mengutusmu untuk menjadi pemelihara bagi mereka[321].
[321] Rasul tidak bertanggung jawab terhadap perbuatan-perbuatan mereka dan tidak menjamin agar mereka tidak berbuat kesalahan.
Kesimpulan :
1. Orang sudah dikatakan taat kepada Allah, ketika dia taat kepada Rasulullah.
2. Rasulullah tidak dituntut tanggungjawab atas orang-orang yang tidak mau taat kepada beliau.

فَلاَ وَرَبِّكَ لاَ يُؤْمِنُونَ حَتَّى يُحَكِّمُوكَ فِيمَا شَجَرَ بَيْنَهُمْ ثُمَّ لاَ يَجِدُوا فِي أَنْفُسِهِمْ حَرَجًا مِمَّا قَضَيْتَ وَيُسَلِّمُوا تَسْلِيمًا (النساء : 65)
65. Maka demi Tuhanmu, mereka (pada hakekatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim terhadap perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa dalam hati mereka sesuatu keberatan terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya.
Kesimpulan :
1) Di antara ciri-ciri seorang mukmin adalah selalu menjadikan Rasulullah sebagai hakim dalam berbagai perselisihannya,
2) Tidak ada rasa keberatan dengan keputusan apapun dari Rasulullah, dan
3) Menerima dengan sepenuh hati keputusan dari Rasulullah.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي الأَمْرِ مِنْكُمْ فَإِنْ تَنَازَعْتُمْ فِي شَيْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى اللهِ وَالرَّسُولِ إِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ ذَلِكَ خَيْرٌ وَأَحْسَنُ تَأْوِيلاً (النساء : 59)
59. Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.
Kesimpulan :
1. Di antara ciri-ciri orang beriman adalah selalu taat kepada Allah, Rasulullah dan Ulul amri.
2. Perselisihan harus dikembalikan kepada Allah dan RasulNya.
3. Yang demikian itu bukti seseorang benar-benar beriman kepada Allah dan hari akhir.
4. Sikap demikian itulah yang baik akibatnya.

لاَ تَجْعَلُوا دُعَاءَ الرَّسُولِ بَيْنَكُمْ كَدُعَاءِ بَعْضِكُمْ بَعْضًا قَدْ يَعْلَمُ اللهُ الَّذِينَ يَتَسَلَّلُونَ مِنْكُمْ لِوَاذًا فَلْيَحْذَرِ الَّذِينَ يُخَالِفُونَ عَنْ أَمْرِهِ أَنْ تُصِيبَهُمْ فِتْنَةٌ أَوْ يُصِيبَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ (النور : 63)
63. Janganlah kamu jadikan panggilan Rasul di antara kamu seperti panggilan sebahagian kamu kepada sebahagian (yang lain). Sesungguhnya Allah telah mengetahui orang-orang yang berangsur- angsur pergi di antara kamu dengan berlindung (kepada kawannya), maka hendaklah orang-orang yang menyalahi perintahnya takut akan ditimpa cobaan atau ditimpa azab yang pedih.
Kesimpulan :
1. Rasulullah harus dimuliakan dengan memanggilnya Ya Rasulallah atau Ya Nabiyyallah, tidak memanggilnya dengan Ya Abal Qasim.
2. Orang yang menyelinap keluar masjid ketika Rasulullah berkhutbah Jum'at telah diketahui oleh Allah dan dia seorang munafiq.
3. Orang yang menyelisihi perintah Rasulullah akan ditimpa adzab yang sangat pedih.

TERHADAP RASULULLAH SEORANG MUSLIM HARUS :
1. Mengidolakan dan meneladani segala aktifitas hidup beliau.
2. Selalu ittiba' (meneladani dan meniru) beliau sebagai wujud rasa cinta kepada Allah.
3. Selalu mentaatti Rasulullah sebagai wujud ketaatan kepada Allah.
4. Segala perselisihan dengan orang lain, selalu dikembalikan kepada Allah (Al Qur'an) dan kepada Rasulullah (Sunnah).
5. Tidak merasa keberatan dan menerima sepenuhnya semua keputusan dari Rasulullah di dalam Sunnahnya.
6. Di antara ciri-ciri seorang muslim adalah selalu taat kepada Allah, Rasulullah dan Ulul amri.
7. Rasulullah harus dimuliakan dengan panggilan yang baik, misalnya : Ya Rasulallah atau Ya Nabiyyallah.
8. Semua sikap di atas adalah sikap-sikap kepada Rasulullah khususnya yang baik akibatnya nanti.

AKIBAT-AKIBAT BAIK ITU ADALAH :
1. Mendapatkan ridha Allah.
2. Kuat imannya kepada hari akhir.
3. Dicatat sebagai orang yang banyak dzikir kepada Allah.
4. Dicintai oleh Allah.
5. Diampuni segala dosanya.
6. Dinyatakan telah taat kepada Allah ketika taat kepada Rasulullah.
Jangan sekali-kali mengkultuskan Rasulullah, beliau telah bersabda :
مشكاة المصابيح - (3 / 61)
4897 - [ 5 ] ( متفق عليه )
وعن عمر قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : " لا تُطرُوني (أحسن الثناء)كما أَطْرَتِ النَّصَارَى ابن مريم فإنما أنا عبده فقولوا : عبد الله ورسوله " .
INGAT : Orang yang menyelisihi perintah Rasulullah akan ditimpa adzab yang sangat pedih di dalam neraka.

*****