Ditulis tanggal : 25 Mei 2009.
Penulis : Pak De.
Judul :
KATA KUNCI : فدية الصلاة
(TEBUSAN DOSA MENINGGALKAN SHALAT)
Hasil pencarian dalam Maktabah Syamilah dengan kata kunci فدية الصلاة ditemukan pada 7 tempat dalam 4 kitab, yaitu:
1. Hasyiyatu Raddil Mukhtar, bab : jilid 2, jilid 2, halaman 78.
2. Hasyiyatu Raddil Mukhtar, bab : jilid 2, jilid 2, halaman 467.
3. Al Bahrur Raiq Syarhu Kanzid Daqaiq, bab : Shalla fardhan dzakiran faitatan, jilid 4, halaman 418.
4. Al Bahrur Raiq Syarhu Kanzid Daqaiq, bab : Fashlun, fii kaffaratidz dzihar, jilid 10, halaman 452.
5. Raddul Muhtar, bab : Qadhaul fawait, jilid 5, halaman 335.
6. Raddul Muhtar, bab : Fashlun, fil ‘awaridhil mubihati li’adami, jilid 8, halaman1.
7. Fiqhul ibadat – Hanafi, bab : Al Fashluts tsani : shalatul maridh, jilid 1, halaman 119.
Dari poin 1 didapatkan ungkapan berikut :
بخلاف فدية الصلاة فإنه يجوز إعطاء فدية صلوات لواحد كما يأتي.
…berbeda dengan fidyah shalat, bahwa boleh menyerahkan fidyah sejumlah shalat kepada satu orang, sebagaimana akan dijelaskan nanti.
Dari poin 2 didapatkan ungkapan berikut :
وكذا علق في فدية الصلاة لذلك، قال في الفتح: والصلاة كالصوم باستحسان المشايخ.
Demikianlah, bahwa fidyah shalat dikomentari karena hal itu. Di dalam kitab Al Fath ia berkata, “Shalat itu sama dengan puasa dengan dasar istihsan para syaikh”.
Dari poin 3 didapatkan ungkapan berikut :
وَالسَّنَةُ الْقَمَرِيَّةُ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا قَمَرِيًّا وَمُدَّتُهَا ثَلَثُمِائَةٍ وَأَرْبَعَةٌ وَخَمْسُونَ يَوْمًا وَثُلُثُ يَوْمٍ وَثُلُثُ عُشْرِ يَوْمٍ فَبَقِيَ أَنْ تُحْسَبَ فِدْيَةُ الصَّلاَةِ بِالسَّنَةِ الشَّمْسِيَّةِ أَخْذًا بِالِاحْتِيَاطِ مِنْ غَيْرِ اعْتِبَارِ رُبْعِ الْيَوْمِ وَمَعْلُومٌ أَنَّ فِدْيَةَ كُلِّ فَرْضٍ مِنْ الْحِنْطَةِ خَمْسُمِائَةِ دِرْهَمٍ وَعِشْرُونَ دِرْهَمًا وَلِلْوِتْرِ كَذَلِكَ فَتَكُونُ فِدْيَةُ صَلَاةِ كُلِّ يَوْمٍ وَلَيْلَةٍ مِنْ الْحِنْطَةِ ثَلَاثَةَ آلَافِ دِرْهَمٍ وَمِائَةً وَعِشْرِينَ دِرْهَمًا وَفِدْيَةُ كُلِّ سَنَةٍ شَمْسِيَّةٍ مِائَةٌ وَاثْنَانِ وَأَرْبَعُونَ كَيْلًا بِكَيْلٍ قُسْطَنْطِينِيَّةَ وَسَبْعُ أُوقِيَّةٍ فَحِينَئِذٍ يَجْمَعُ الْوَارِثُ عَشَرَةَ رِجَالٍ لَيْسَ فِيهِمْ غَنِيٌّ لِقَوْلِهِ تَعَالَى { إنَّمَا الصَّدَقَاتُ لِلْفُقَرَاءِ وَالْمَسَاكِينِ } الْآيَةَ وَلَا عَبْدٌ وَلَا صَبِيٌّ وَلَا مَجْنُونٌ لِأَنَّ هِبَتَهُمْ لَا تَصِحُّ ثُمَّ يُحْسَبُ سِنُّ الْمَيِّتِ فَيُطْرَحُ مِنْهُ اثْنَا عَشَرَ سَنَةً لِمُدَّةِ بُلُوغِهِ إنْ كَانَ الْمَيِّتُ ذَكَرًا وَتِسْعُ سِنِينَ إنْ كَانَتْ أُنْثَى لِأَنَّ أَقَلَّ مُدَّةِ بُلُوغِ الرَّجُلِ اثْنَا عَشْرَ سَنَةً وَمُدَّةُ بُلُوغِ الْمَرْأَةِ تِسْعَ سِنِينَ .
Tahun qamariah adalah 12 bulan qamariah yang masanya 354 hari + 1/3 hari + 3/10 hari. Dengan demikian maka fidyah shalat hendaknya dihitung dengan dasar tahun syamsiah demi kehati-hatian dengan tidak menganggap adanya seperempat hari. Telah diketahui bahwa fidyah setiap shalat fardhu dari gandum sebanyak 520 dirham, demikian juga untuk shalat witir. Sehingga demikian fidyah shalat sehari semalam dari gandum adalah 3.120 dirham. Dengan demikian, maka fidyah selama setahun syamsiah adalah 142 takar menurut takaran Konstantinopel dan 7 uqiyqh. Ketika demikian maka ahli waris mengumpulkan 10 pria yang tidak ada orang kaya di antara mereka. Hal itu karena firman Allah SWT yang artinya, “Sesungguhnya shadaqah-shadaqah itu untuk orang-orang fakir dan orang-orang miskin”. Al Ayat. Juga di antara mereka tidak boleh ada budak, anak-anak dan orang gila karena melakukan hibah kepada mereka tidak sah. Kemudian umur mayit dihitung lalu dikurangi 12 tahun untuk mendapatkan umur masa balighnya jika mayitnya seorang laki-laki. Dan dikurangi 9 tahun jika mayitnya perempuan, karena masa mencapai umur baligh minimal seorang pria adalah 12 tahun dan masa mencapai umur baligh minimal seorang wanita adalah 9 tahun.
Dari poin 4 didapatkan ungkapan berikut :
ثُمَّ اعْلَمْ أَنَّ الْكَفَّارَاتِ كُلَّهَا لَا يَجُوزُ إعْطَاءُ فَقِيرٍ فِيهَا أَقَلَّ مِنْ نِصْفِ صَاعٍ حَتَّى فِدْيَةَ الصَّلاَةِ حَتَّى لَوْ أَعْطَى عَنْ صَلَاةٍ أَقَلَّ مِنْ الْمِسْكِينِ لَمْ يَجُزْ .
Kemudian ketahuilah bahwa berkenaan dengan semua macam kaffarah (penghapusan dosa) tidak boleh dengan memberikan darinya kepada seorang fakir kurang dari setengah sha’, hingga demikian pula fidyah shalat. Hingga jika memberikan kurang untuk jatah seorang miskin, tidak diperbolehkan.
Dari poin 5 didapatkan ungkapan berikut :
لَكِنْ لَا بُدَّ فِي كَفَّارَةِ الْأَيْمَانِ مِنْ عَشْرَةِ مَسَاكِينَ ، وَلَا يَصِحُّ أَنْ يَدْفَعَ لِلْوَاحِدِ أَكْثَرَ مِنْ نِصْفِ صَاعٍ فِي يَوْمٍ لِلنَّصِّ عَلَى الْعَدَدِ فِيهَا ، بِخِلَافِ فِدْيَةِ الصَّلاَةِ فَإِنَّهُ يَجُوزُ إعْطَاءُ فِدْيَةِ صَلَوَاتٍ لِوَاحِدٍ كَمَا يَأْتِي .
Akan tetapi dalam kaffarah sumpah harus 10 orang miskin. Tidak sah dengan memberikannya kepada satu orang lebih dari setengah sha’ dalam sehari karena adanya nash berkenaan dengan jumlah orang dalam hal ini. Ini berbeda dengan fidyah shalat yang diperbolehkan memberikan fidyah untuk sejumlah shalat kepada satu orang, sebagaimana akan dijelaskan nanti.
Dari poin 6 didapatkan ungkapan berikut :
وَكَذَا عَلَّقَ فِي فِدْيَةِ الصَّلاَةِ لِذَلِكَ ، قَالَ فِي الْفَتْحِ وَالصَّلَاةُ كَالصَّوْمِ بِاسْتِحْسَانِ الْمَشَايِخِ .
Demikianlah, bahwa fidyah shalat dikomentari karena hal itu. Di dalam kitab Al Fath ia berkata, “Shalat itu sama dengan puasa dengan dasar istihsan para syaikh”.
Dari poin 7 didapatkan ungkapan berikut :
ويجوز إعطاء فدية الصلاة والصيام لواحد من الفقراء جملة بخلاف كفارة اليمين حيث لا يجوز أن يدفع للواحد أكثر من نصف صاع في اليوم للنص على العدد فيها .
Boleh dalam memberikan fidyah shalat dan puasa kepada satu orang fakir sekaligus, ini berbeda dengan kaffarah sumpah yang tidak memperbolehkan memberikannya kepada satu orang lebih dari setengah sha’ dalam sehari karena nash yang menunjukkan bilangan orang dalam hal ini.
DALIL WAJIB SHALAT DALAM SEGALA KEADAAN
حَافِظُوا عَلَى الصَّلَوَاتِ وَالصَّلاَةِ الْوُسْطَى وَقُومُوا لِلَّهِ قَانِتِينَ . فَإِنْ خِفْتُمْ فَرِجَالاً أَوْ رُكْبَانًا فَإِذَا أَمِنْتُمْ فَاذْكُرُوا اللهَ كَمَا عَلَّمَكُمْ مَا لَمْ تَكُونُوا تَعْلَمُونَ (البقرة : 238-239) .
“Peliharalah semua shalat(mu), dan (peliharalah) shalat wusthaa[152]. Berdirilah untuk Allah (dalam shalatmu) dengan khusyu'. Jika kamu dalam keadaan takut (bahaya), maka shalatlah sambil berjalan atau berkendaraan. Kemudian apabila kamu telah aman, maka sebutlah Allah (shalatlah), sebagaimana Allah telah mengajarkan kepada kamu apa yang belum kamu ketahui”.
[152] Shalat wusthaa ialah shalat yang di tengah-tengah dan yang paling utama. Ada yang berpendapat, bahwa yang dimaksud dengan shalat wusthaa ialah shalat ashar. Menurut kebanyakan ahli hadits, ayat ini menekankan agar semua shalat itu dikerjakan dengan sebaik-baiknya.
DARI TAFSIR IBNU KATSIR :
وقوله: { فَإِنْ خِفْتُمْ فَرِجَالا أَوْ رُكْبَانًا فَإِذَا أَمِنْتُمْ فَاذْكُرُوا اللَّهَ كَمَا عَلَّمَكُمْ مَا لَمْ تَكُونُوا تَعْلَمُونَ } لما أمر تعالى عباده بالمحافظة على الصلوات، والقيام بحدودها، وشدد الأمر بتأكيدها ذكر الحال التي يشتغل الشخص فيها عن أدائها على الوجه الأكمل، وهي حال القتال والتحام الحرب فقال: { فَإِنْ خِفْتُمْ فَرِجَالا أَوْ رُكْبَانًا } أي: فصلوا على أي حال كان، رجالا أو ركبانا : يعني : مستقبلي القبلة وغير مستقبليها كما قال مالك، عن نافع: أن ابن عمر كان إذا سئل عن صلاة الخوف وصفها. ثم قال: فإن كان خوف أشد من ذلك صلوا رجالا على أقدامهم، أو ركبانا مستقبلي القبلة أو غير مستقبليها. قال نافع: لا أرى ابن عمر ذكر ذلك إلا عن النبي صلى الله عليه وسلم. ورواه البخاري -وهذا لفظه -ومسلم ورواه البخاري أيضاً من وجه آخر عن ابن جريج عن موسى بن عقبة عن نافع عن ابن عمر عن النبي، صلى الله عليه وسلم: نحوه أو قريباً منه ولمسلم أيضاً عن ابن عمر قال: فإن كان خوف أشد من ذلك فصل راكباً أو قائماً تومئ إيماء .
Firman-Nya yang artinya,
“Jika kamu dalam keadaan takut (bahaya), maka shalatlah sambil berjalan atau berkendaraan. Kemudian apabila kamu telah aman, maka sebutlah Allah (shalatlah), sebagaimana Allah telah mengajarkan kepada kamu apa yang belum kamu ketahui”,
ketika Allah SWT memerintahkan kepada para hamba-Nya agar senantiasa memelihara shalat-shalatnya, menunaikan sesuai aturannya dan menegaskan masalah itu dengan takkid, maka disebutkan keadaan di mana orang sibuk karenanya untuk menunaikan shalat dengan sesempurna mungkin. Yaitu kondisi perang yang sedang berkecamuk. Maka Allah SWT berfirman yang artinya, “Jika kamu dalam keadaan takut (bahaya), maka shalatlah sambil berjalan atau berkendaraan”, dengan kata lain : Maka shalatlah kalian dalam kondisi apapun juga, baik dengan berjalan atau dengan menunggang dan berkendara. Yakni : dengan menghadap kiblat atau tidak menghadap kepadanya. Nafi’ berkata, “Aku tidak mendapati Ibnu Umar menyebutkan demikian itu melainkan dari Nabi SAW”. Diriwayatkan oleh Al Bukhari – dan itulah lafadznya – juga oleh Muslim. Al Bukhari juga meriwayatkan dari jalur yang lain dari Ibnu Juraij dari Musa bin Uqbah dari Nafi’ dari Ibnu Umar dari Nabi SAW sedemikian itu pula atau mendekati yang demkikian. Muslim juga meriwayatkan dari Umar ia berkata, “Jika rasa takut lebih dari yang demikian itu maka shalatlah dengan menunggang atau dengan berdiri dengan memberikan isyarat”.
Jika mencermati pengertian dari semua sumber di atas, maka sangat jelas kelemahan pendapat yang mendukung berlakunya fidyah shalat. Sebab-sebab kelemahannya :
Dalil yang mendasarinya hanya istihsan dari para syaikh.
Dalil yang menegaskan pelaksanaan shalat dalam kondisi apapun jauh lebih kuat, yaitu Al Qur’an dan Sunnah.
Dengan demikian, maka fidyah shalat tidak berlaku melainkan menurut madzhab Imam Hanafi. Namun, seorang muslim yang penuh cinta kepada Islam, pasti tidak memilih pendapat yang mendukung fidyah shalat dan pilih menegaskan tetap melaksanakan shalat dalam kondisi apapun dan dengan cara seperti apapun. Sekalipun dengan tayammum dan tanda perpindahan dari satu gerak ke gerak yang lain hanya dengan isyarat. Tetap shalat, baik dengan duduk atau dengan berbaring. Tidak demikian sikapnya terhadap shalat, berarti dia telah meninggal dunia dalam keadaan kafir. Na’udzu billah. Wallahu a’lam bish shawab.
*****
Minggu, 24 Mei 2009
SATU-SATUNYA MUSLIMAH PENASIHAT OBAMA
Ditulis tanggal : 25 Mei 2009.
Penulis : Pak De.
Judul :
SEORANG PENASIHAT MUSLIMAH
MERESMIKAN MASUKNYA JILBAB KE GEDUNG PUTIH
Di tengah santernya berita bahwa Barrack Obama mulai menunjukkan “kulit aslinya” sebagai seorang presiden Amerika, sehingga menjadi seperti apa yang telah diramalkan oleh banyak pengamat politik dari Indonesia sebelum dirinya terpilih menjadi presiden Amerika bahwa terpilihnya Obama sebagai presiden Amerika tidak akan banyak memberikan manfaat bagi Indonsia. Apalagi bagi Islam. Kini Pakistan melancarkan serangan besar-besaran di dalam negerinya sendiri yang diarahkan kepada Thaliban, menurutnya, yang mengorbankan rakyatnya sendiri, hanya karena perintah Amerika. Pengadilan militer untuk para tawanan dari luar Amerika akan dihidupkan kembali oleh Obama. Semua ini bukti awal di awal pemerintahan Obama yang mengindikasikan bahwa ramalan para pengamat politik itu benar adanya.
Sedikit berita menggembirakan kaum muslimin, di antaranya berita yang dilansir oleh koran العالم الإسلامى edisi 2069 yang terbit pada hari Senin, 4 Mei 2009 dengan judul : مستشار مسلمة تدشن دخول الحجاب للبيت الأبيض (seorang penasihat muslimah meresmikan masuknya jilbab ke gedung putih). Dia adalah Dalia Mujahid asal keturunan Mesir. Dia seorang wanita muslimah Amerika asal keturunan Mesir yang direkrut oleh Obama menjadi salah seorang dan satu-satunya muslim dalam tim penasehatnya khusus di bidang agama. Dia menjadi salah seorang di antara 25 wakil kelompok dan tokoh-tokoh sekuler. Dengan demikian dia menjadi seorang muslimah yang memainkan peran sebagai penasehat di gedung putih.
Dia mengatakan, bahwa tugasnya adalah memberikan informasi kepada presiden Obama tentang bagaimana kaum muslimin berfikir dan apa yang mereka inginkan dari Amerika Serikat ini.
Dalia Mujahid adalah ketua Galub Center untuk studi keIslaman yang menyelenggarakan berbagai pembahasan dan penelitian yang berhubungan dengan kaum muslimin di seluruh dunia. Kajian-kajiannya banyak dimuat oleh majalah-majalah dan terbitan-terbitan terkenal, seperti : Wallstreet Journal dan Harvard International Review.
Dia juga mengatakan bahwa dirinya adalah satu-satunya muslimah di dewam penasihat yang berupaya membantu presiden untuk mengetahui berbagai macam agama dan perannya dalam memecahkan berbagai persoalan sosial dan menjauhkan dirinya dari pandangan bahwa agama adalah sumber segala masalah.
Demikian, semoga Dalia Mujahid bisa dan mampu memerankan seorang da’i muslimah demi kejayaan Islam dan kaum muslimin. Semoga. Wallahu a’lam bish-shawab.
*****
Penulis : Pak De.
Judul :
SEORANG PENASIHAT MUSLIMAH
MERESMIKAN MASUKNYA JILBAB KE GEDUNG PUTIH
Di tengah santernya berita bahwa Barrack Obama mulai menunjukkan “kulit aslinya” sebagai seorang presiden Amerika, sehingga menjadi seperti apa yang telah diramalkan oleh banyak pengamat politik dari Indonesia sebelum dirinya terpilih menjadi presiden Amerika bahwa terpilihnya Obama sebagai presiden Amerika tidak akan banyak memberikan manfaat bagi Indonsia. Apalagi bagi Islam. Kini Pakistan melancarkan serangan besar-besaran di dalam negerinya sendiri yang diarahkan kepada Thaliban, menurutnya, yang mengorbankan rakyatnya sendiri, hanya karena perintah Amerika. Pengadilan militer untuk para tawanan dari luar Amerika akan dihidupkan kembali oleh Obama. Semua ini bukti awal di awal pemerintahan Obama yang mengindikasikan bahwa ramalan para pengamat politik itu benar adanya.
Sedikit berita menggembirakan kaum muslimin, di antaranya berita yang dilansir oleh koran العالم الإسلامى edisi 2069 yang terbit pada hari Senin, 4 Mei 2009 dengan judul : مستشار مسلمة تدشن دخول الحجاب للبيت الأبيض (seorang penasihat muslimah meresmikan masuknya jilbab ke gedung putih). Dia adalah Dalia Mujahid asal keturunan Mesir. Dia seorang wanita muslimah Amerika asal keturunan Mesir yang direkrut oleh Obama menjadi salah seorang dan satu-satunya muslim dalam tim penasehatnya khusus di bidang agama. Dia menjadi salah seorang di antara 25 wakil kelompok dan tokoh-tokoh sekuler. Dengan demikian dia menjadi seorang muslimah yang memainkan peran sebagai penasehat di gedung putih.
Dia mengatakan, bahwa tugasnya adalah memberikan informasi kepada presiden Obama tentang bagaimana kaum muslimin berfikir dan apa yang mereka inginkan dari Amerika Serikat ini.
Dalia Mujahid adalah ketua Galub Center untuk studi keIslaman yang menyelenggarakan berbagai pembahasan dan penelitian yang berhubungan dengan kaum muslimin di seluruh dunia. Kajian-kajiannya banyak dimuat oleh majalah-majalah dan terbitan-terbitan terkenal, seperti : Wallstreet Journal dan Harvard International Review.
Dia juga mengatakan bahwa dirinya adalah satu-satunya muslimah di dewam penasihat yang berupaya membantu presiden untuk mengetahui berbagai macam agama dan perannya dalam memecahkan berbagai persoalan sosial dan menjauhkan dirinya dari pandangan bahwa agama adalah sumber segala masalah.
Demikian, semoga Dalia Mujahid bisa dan mampu memerankan seorang da’i muslimah demi kejayaan Islam dan kaum muslimin. Semoga. Wallahu a’lam bish-shawab.
*****
BEDA سياسة DENGAN POLITIK
Ditulis tanggal : 25 Mei 2009.
Penulis : Pak De.
Judul :
MAKNA DAN PERBEDAAN ANTARA سياسة DAN POLITIK
(DARI BUKU : الفقه السياسى (FIKIH POLITIK), OLEH : HASAN AL-BANNA HALAMAN : 5)
Kata السياسى (politik) berasal dari akar kata : ساس – يسوس (memimpin). Ism fa’ilnya adalah سائس (Pemimpin). Bentuk mashdarnya adalah سياسة (kepemimpinan), sama dengan رعاية (penggembalaan-kepemimpinan). Jika dikatakan سائس الخيل maka artinya adalah orang yang menggembalakan kuda, sebagaimana jika dikatakan ساس الأمة yang artinya pemimpin umat demi kebaikan dalam segala urusan dan maslahatnya.
سياسى (Politikus) adalah orang yang sangat perhatian akan urusan dan maslahat umat dan sangat memahaminya dengan sangat mendetail lalu memprosesnya dengan pemikirannya yang benar dan lurus.
السياسي الإسلامي (Politikus Islami) adalah seorang muslim yang berpegang teguh kepada Islam yang lantas memproses semua urusan umat sesuai dengan pandangan Islam dan hukum syari’at.
الفقه السياسى (Fikih Politik) adalah pemahaman segala urusan umat yang mendalam, baik yang internal maupun yang eksternal lalu mengelola dan mengurus semua urusan itu sesuai dengan hukum dan petunjuk syari’at.
السياسة selanjutnya disebut politik ada dua macam, 1) Politik syar’i dan 2) Politik tidak syar’i (buatan makhluk). Politik syar’i menggiring semua manusia menuju kepada semua yang sesuai dengan pandangan syar’i. Kekhalifahan bertugas memelihara agama dan mengatur dunia dengannya.
Adapun politik tidak syar’i atau wadh’i adalah politik yang menggiring manusia menuju apa saja yang sejalan dengan teori manusia yang diterjemahkan ke dalam undang-undang dan aturan-aturan buatan manusia yang menjadi pengganti syari’at Islam dan sangat berbeda dengannya. Politik yang demikian menolak pandangan politik syar’i dan dia adalah politik yang tidak beragama. Politik yang tidak beragama adalah politik jahiliah.
KOMENTAR
Politik, bisa saja dibuat liar dan akhirnya menjadi kotor, dan bisa juga dibuat bermoral dan akhirnya menjadi bersih dan penuh keadilan. Tujuan politik yang bermoral dan bersih yang penuh keadilan adalah kebaikan dan kebahagiaan serta kesejahteraan bersama. Tidak hanya demi kepentingan orang yang memegangnya. Atau orang yang memegangnya menginginkan lebih banyak karena merasa sebagai orang yang memegangnya. Sedangkan rakyat, hanya diberi sisa dan dipikirkan setelah para pemegang kekuasaan politik itu memikirkan diri dan kroni mereka sendiri. Memang akhirnya berat dan mungkin banyak yang harus mereka pikirkan : pembagian hasil, mengembalikan utang, pemenuhan janji atau menjaga jarak dengan konstituennya dan lain sebagainya.
Rakyat diprogram agar mayoritasnya tetap berkubang dalam kebodohan, sehingga tidak memiliki potensi untuk maju. Untuk meraih sehat susah, sekolah susah, makan susah, berpikir tidak cerdas, untungnya, untuk minum tinggal menggali tanah keluarlah air untuk minum. Istilah maju, tidak mereka kenal apa sesungguhnya kemajuan itu.
Rakyat yang demikian sangat mudah dibeli dengan harga yang semurah-murahnya. Hanya dengan Rp 50.000,- atau paling tinggi Rp 100.000,- dia sudah siap menjadi sumber suara pemilih. Rakyat yang harganya Rp 100.000,- jumlahnya sangat sedikit. Apalagi rakyat yang tidak bisa dibeli, amat sangat sedikit sekali.
Jual-beli demikian, sebagaimana banyak dilihat, banyak terjadi ketika musim “pil” dengan berbagai macam tingkatnya. Sehingga negara lebih banyak diwarnai oleh orang berduit sekalipun dia mungkin bodoh politik atau tidak berwawasan politik yang baik. Wawasan politiknya adalah kompetisi dalam kemewahan. Di antara hasilnya, anggota dewan tidak berani turun ke dinas atau departemen bawahannya, karena pasti bakal didikte olehnya atau takut dirinya salah menggunakan istilah. Di antara hasilnya yang lain, selama lima tahun anggota dewan hanya menghasilkan 4 buah perda inisiatif dan lain sebagainya. Memangnya, daerahnya sudah super maju atau super sebaliknya. Jika demikian, jelas yang paling penting bagi mereka adalah “amplop” yang didapat hanya dengan mengatakan “setuju” yang bisa menopang kehidupannya yang sekaligus mendongkrak gengsi. Sedangkan rakyat yang bodoh sehingga menjadi miskin itu……tinggal menikmati uang Rp 50.000,- atau Rp 100.000,- bersama keluarganya selama lima tahun ke depan. OK kan ? Na’udzu billah min zalik.
Maka rakyat yang punya negara ini harus berusaha menjadikan negaranya maju yang dimulai dengan memajukan semua anggota keluarganya. Usaha memajukan negara dimulai dari kecerdasan dalam berpikir dan wawasan yang luas. Jangan hanya bisa hidup sekalipun sangat susah, akan tetapi harus berusaha maju yang pasti dengan bersusah-payah terlebih dahulu. Pilihlah susah-payah di awal, namun bahagia di akhirnya.
*****
Penulis : Pak De.
Judul :
MAKNA DAN PERBEDAAN ANTARA سياسة DAN POLITIK
(DARI BUKU : الفقه السياسى (FIKIH POLITIK), OLEH : HASAN AL-BANNA HALAMAN : 5)
Kata السياسى (politik) berasal dari akar kata : ساس – يسوس (memimpin). Ism fa’ilnya adalah سائس (Pemimpin). Bentuk mashdarnya adalah سياسة (kepemimpinan), sama dengan رعاية (penggembalaan-kepemimpinan). Jika dikatakan سائس الخيل maka artinya adalah orang yang menggembalakan kuda, sebagaimana jika dikatakan ساس الأمة yang artinya pemimpin umat demi kebaikan dalam segala urusan dan maslahatnya.
سياسى (Politikus) adalah orang yang sangat perhatian akan urusan dan maslahat umat dan sangat memahaminya dengan sangat mendetail lalu memprosesnya dengan pemikirannya yang benar dan lurus.
السياسي الإسلامي (Politikus Islami) adalah seorang muslim yang berpegang teguh kepada Islam yang lantas memproses semua urusan umat sesuai dengan pandangan Islam dan hukum syari’at.
الفقه السياسى (Fikih Politik) adalah pemahaman segala urusan umat yang mendalam, baik yang internal maupun yang eksternal lalu mengelola dan mengurus semua urusan itu sesuai dengan hukum dan petunjuk syari’at.
السياسة selanjutnya disebut politik ada dua macam, 1) Politik syar’i dan 2) Politik tidak syar’i (buatan makhluk). Politik syar’i menggiring semua manusia menuju kepada semua yang sesuai dengan pandangan syar’i. Kekhalifahan bertugas memelihara agama dan mengatur dunia dengannya.
Adapun politik tidak syar’i atau wadh’i adalah politik yang menggiring manusia menuju apa saja yang sejalan dengan teori manusia yang diterjemahkan ke dalam undang-undang dan aturan-aturan buatan manusia yang menjadi pengganti syari’at Islam dan sangat berbeda dengannya. Politik yang demikian menolak pandangan politik syar’i dan dia adalah politik yang tidak beragama. Politik yang tidak beragama adalah politik jahiliah.
KOMENTAR
Politik, bisa saja dibuat liar dan akhirnya menjadi kotor, dan bisa juga dibuat bermoral dan akhirnya menjadi bersih dan penuh keadilan. Tujuan politik yang bermoral dan bersih yang penuh keadilan adalah kebaikan dan kebahagiaan serta kesejahteraan bersama. Tidak hanya demi kepentingan orang yang memegangnya. Atau orang yang memegangnya menginginkan lebih banyak karena merasa sebagai orang yang memegangnya. Sedangkan rakyat, hanya diberi sisa dan dipikirkan setelah para pemegang kekuasaan politik itu memikirkan diri dan kroni mereka sendiri. Memang akhirnya berat dan mungkin banyak yang harus mereka pikirkan : pembagian hasil, mengembalikan utang, pemenuhan janji atau menjaga jarak dengan konstituennya dan lain sebagainya.
Rakyat diprogram agar mayoritasnya tetap berkubang dalam kebodohan, sehingga tidak memiliki potensi untuk maju. Untuk meraih sehat susah, sekolah susah, makan susah, berpikir tidak cerdas, untungnya, untuk minum tinggal menggali tanah keluarlah air untuk minum. Istilah maju, tidak mereka kenal apa sesungguhnya kemajuan itu.
Rakyat yang demikian sangat mudah dibeli dengan harga yang semurah-murahnya. Hanya dengan Rp 50.000,- atau paling tinggi Rp 100.000,- dia sudah siap menjadi sumber suara pemilih. Rakyat yang harganya Rp 100.000,- jumlahnya sangat sedikit. Apalagi rakyat yang tidak bisa dibeli, amat sangat sedikit sekali.
Jual-beli demikian, sebagaimana banyak dilihat, banyak terjadi ketika musim “pil” dengan berbagai macam tingkatnya. Sehingga negara lebih banyak diwarnai oleh orang berduit sekalipun dia mungkin bodoh politik atau tidak berwawasan politik yang baik. Wawasan politiknya adalah kompetisi dalam kemewahan. Di antara hasilnya, anggota dewan tidak berani turun ke dinas atau departemen bawahannya, karena pasti bakal didikte olehnya atau takut dirinya salah menggunakan istilah. Di antara hasilnya yang lain, selama lima tahun anggota dewan hanya menghasilkan 4 buah perda inisiatif dan lain sebagainya. Memangnya, daerahnya sudah super maju atau super sebaliknya. Jika demikian, jelas yang paling penting bagi mereka adalah “amplop” yang didapat hanya dengan mengatakan “setuju” yang bisa menopang kehidupannya yang sekaligus mendongkrak gengsi. Sedangkan rakyat yang bodoh sehingga menjadi miskin itu……tinggal menikmati uang Rp 50.000,- atau Rp 100.000,- bersama keluarganya selama lima tahun ke depan. OK kan ? Na’udzu billah min zalik.
Maka rakyat yang punya negara ini harus berusaha menjadikan negaranya maju yang dimulai dengan memajukan semua anggota keluarganya. Usaha memajukan negara dimulai dari kecerdasan dalam berpikir dan wawasan yang luas. Jangan hanya bisa hidup sekalipun sangat susah, akan tetapi harus berusaha maju yang pasti dengan bersusah-payah terlebih dahulu. Pilihlah susah-payah di awal, namun bahagia di akhirnya.
*****
Minggu, 17 Mei 2009
4 KALI HATI NABI SAW DICUCI
HATI NABI 4 KALI DICUCI
Beberapa saat yang lalu bogger pernah melontarkan pertanyaan kepada para pengunjung, sebuah pertanyaan berapa kali hati Nabi SAWdicuci oleh malaikat ?
Pada postingan kali ini blogger hendak menjelaskan jawaban pertanyaan tersebut.
Dalam majalah العالم الإسلامى edisi : 1962/1963 yang terbit pada hari Jum’at, 29 Desember 2006 pada halaman 5 di bawah judul خصائص وميزات فضائل ماء زمزم وهذا البلد الأمين pada kolom 4 berkenaan dengan berbagai keistimewaan air Zamzam dijelaskan bahwa hati Nabi Muhammad SAW 4 kali dicuci oleh para malaikat.
Pertama : Ketika beliau SAW masih menyusu di lingkungan keluarga Halimah Sa’diah.
Kedua : Ketika beliau SAW dalam masa kanak-kanak.
Ketiga : Sesaat ketika beliau SAW akan diangkat menjadi utusan Allah SWT, dan
Keempat : Ketika beliau SAW dipersiapkan untuk mi’raj menuju ke langit.
Dengan demikian jelas bahwa Rasulullah SAW 4 kali hatinya dicuci oleh para malaikat dengan menggunakan air Zamzam.
Hal ini sekaligus menunjukkan akan keutamaan air Zamzam yang memancar dari sebuah sumur yang terjadi karena lantaran Nabi Isa dan malaikat Jibril AS. Sumur itu tidak akan kering hingga kiamat tiba.
Air Zamzam memiliki sejumlah keistimewaan yang tidak ada pada air lain di muka bumi ini. Dari manfaat sebagai pengganti makanan hingga penyembuh berbagai macam penyakit. Orang beriman kepada Allah dan hari akhir yakin, bahwa berbagai kelebihan dan keistimewaan pada air Zamzam adalah bukti nyata kekuasaan Allah SWT, bukan air Zamzam lebih hebat dari segala sesuatu, karena Allah lah yang meletakkan berbagai kehebatan dan kelebihan itu, dan bukan karena “ulah” air itu sendiri sehingga dirinya menjadi hebat dan sarat manfaat. Wallahu a’lam bish shawab.
******
Beberapa saat yang lalu bogger pernah melontarkan pertanyaan kepada para pengunjung, sebuah pertanyaan berapa kali hati Nabi SAWdicuci oleh malaikat ?
Pada postingan kali ini blogger hendak menjelaskan jawaban pertanyaan tersebut.
Dalam majalah العالم الإسلامى edisi : 1962/1963 yang terbit pada hari Jum’at, 29 Desember 2006 pada halaman 5 di bawah judul خصائص وميزات فضائل ماء زمزم وهذا البلد الأمين pada kolom 4 berkenaan dengan berbagai keistimewaan air Zamzam dijelaskan bahwa hati Nabi Muhammad SAW 4 kali dicuci oleh para malaikat.
Pertama : Ketika beliau SAW masih menyusu di lingkungan keluarga Halimah Sa’diah.
Kedua : Ketika beliau SAW dalam masa kanak-kanak.
Ketiga : Sesaat ketika beliau SAW akan diangkat menjadi utusan Allah SWT, dan
Keempat : Ketika beliau SAW dipersiapkan untuk mi’raj menuju ke langit.
Dengan demikian jelas bahwa Rasulullah SAW 4 kali hatinya dicuci oleh para malaikat dengan menggunakan air Zamzam.
Hal ini sekaligus menunjukkan akan keutamaan air Zamzam yang memancar dari sebuah sumur yang terjadi karena lantaran Nabi Isa dan malaikat Jibril AS. Sumur itu tidak akan kering hingga kiamat tiba.
Air Zamzam memiliki sejumlah keistimewaan yang tidak ada pada air lain di muka bumi ini. Dari manfaat sebagai pengganti makanan hingga penyembuh berbagai macam penyakit. Orang beriman kepada Allah dan hari akhir yakin, bahwa berbagai kelebihan dan keistimewaan pada air Zamzam adalah bukti nyata kekuasaan Allah SWT, bukan air Zamzam lebih hebat dari segala sesuatu, karena Allah lah yang meletakkan berbagai kehebatan dan kelebihan itu, dan bukan karena “ulah” air itu sendiri sehingga dirinya menjadi hebat dan sarat manfaat. Wallahu a’lam bish shawab.
******
HIKMAH WAFAT SEMUA PUTRA NABI
HIKMAH DARI
WAFAT SEMUA PUTRA RASULULLAH SAW
Sering menjadi pertanyaan banyak orang, kenapa semua putra Rasulullah SAW tidak ada yang berumur panjang.
Jawab pertanyaan ini : Putra seorang Nabi harus dan pasti menjadi Nabi pula. Jika putra beliau menjadi Nabi, maka batallah bahwa beliau itu penutup para nabi dan para rasul.
Hal itu tentu tidak mengurangi anugerah Allah SWT yang diberikan kepada beliau SAW dan beliau tidak rugi. Allah SWT berfirman :
Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak. Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu; dan berkorbanlah. Sesungguhnya orang-orang yang membenci kamu dialah yang terputus. (Qs. Al Kautsar : 1-3).
Artinya : Bagaimana beliau rugi, padahal Allah telah meninggikan nama beliau di dalam adzan, iqamah dan di dalam surah Al Insyirah. Bagaimana beliau rugi, sednagkan Allah sudah menjamin bagi beliau Al Kautsar, sebuah sungai yang ada di dalam surga. Beliau adalah penutup para nabi dan para rasul.
Bahkan, status beliau sebagai penutup para nabi dan para rasul telah ditegaskan oleh Allah SWt di dalam surah Al Ahzab ayat : 40,
Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu, tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup nabi-nabi. (Qs. Al Ahzab : 40).
Orang yang rugi (Al Abtar) yang hakiki adalah orang yang selalu menekan Rasulullah SAW dengan mengatakan bahwa beliau orang rugi karena tidak dikaruniai anak laki-laki yang mencapai usia dewasa. Orang yang berkelakukan demikian tempat kembalinya adalah neraka Jahannam dan dia akan kekal di dalamnya.
Kematian putra-putra nabi mengandung hikmah lain, yaitu : bala. Beliau adalah manusia yang paling berat ujiannya dibandingkan semua manusia hingga kiamat tiba. Ayah beliau wafat sebelum beliau lahir. Ibu beliau wafat ketika beliau masih kecil. Paman yang selalu melindungi beliau meninggal yang disusul oleh istri beliau yang paling dicintai dan paling gigih membela beliau. Kemudian wafat juga semua putra beliau. Namun demikian, beliau menjadi manusia yang paling sabar menghadapi segala macam bala hingga dipuji oleh Allah SWT :
Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung. (Qs. Al Qalam : 4).
*****
Dari : Koran العالم الإسلامى edisi : 2007, Senin : 3 Desember 2007, halaman : 8 dengan sedikit editing.
WAFAT SEMUA PUTRA RASULULLAH SAW
Sering menjadi pertanyaan banyak orang, kenapa semua putra Rasulullah SAW tidak ada yang berumur panjang.
Jawab pertanyaan ini : Putra seorang Nabi harus dan pasti menjadi Nabi pula. Jika putra beliau menjadi Nabi, maka batallah bahwa beliau itu penutup para nabi dan para rasul.
Hal itu tentu tidak mengurangi anugerah Allah SWT yang diberikan kepada beliau SAW dan beliau tidak rugi. Allah SWT berfirman :
Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak. Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu; dan berkorbanlah. Sesungguhnya orang-orang yang membenci kamu dialah yang terputus. (Qs. Al Kautsar : 1-3).
Artinya : Bagaimana beliau rugi, padahal Allah telah meninggikan nama beliau di dalam adzan, iqamah dan di dalam surah Al Insyirah. Bagaimana beliau rugi, sednagkan Allah sudah menjamin bagi beliau Al Kautsar, sebuah sungai yang ada di dalam surga. Beliau adalah penutup para nabi dan para rasul.
Bahkan, status beliau sebagai penutup para nabi dan para rasul telah ditegaskan oleh Allah SWt di dalam surah Al Ahzab ayat : 40,
Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu, tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup nabi-nabi. (Qs. Al Ahzab : 40).
Orang yang rugi (Al Abtar) yang hakiki adalah orang yang selalu menekan Rasulullah SAW dengan mengatakan bahwa beliau orang rugi karena tidak dikaruniai anak laki-laki yang mencapai usia dewasa. Orang yang berkelakukan demikian tempat kembalinya adalah neraka Jahannam dan dia akan kekal di dalamnya.
Kematian putra-putra nabi mengandung hikmah lain, yaitu : bala. Beliau adalah manusia yang paling berat ujiannya dibandingkan semua manusia hingga kiamat tiba. Ayah beliau wafat sebelum beliau lahir. Ibu beliau wafat ketika beliau masih kecil. Paman yang selalu melindungi beliau meninggal yang disusul oleh istri beliau yang paling dicintai dan paling gigih membela beliau. Kemudian wafat juga semua putra beliau. Namun demikian, beliau menjadi manusia yang paling sabar menghadapi segala macam bala hingga dipuji oleh Allah SWT :
Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung. (Qs. Al Qalam : 4).
*****
Dari : Koran العالم الإسلامى edisi : 2007, Senin : 3 Desember 2007, halaman : 8 dengan sedikit editing.
MENGAPA BUNUH DIRI ?
MENGAPA BUNUH DIRI ?
Dr. ‘Aidh Al Qarni, penulis kitab “Laa Tahzan” dalam koran العالم الإسلامى edisi : 2033 yang terbit pada hari Senin, 7 Juli 2008 pada halaman : 8 menulis artikel dengan judul لماذا الانتحار (Mengapa bunuh diri ?). Dia, dalam artikelnya itu menjelaskan bahwa jika manusia mengalami depresi berat, memilih atheisme, maka kehidupan ini akhirnya tidak bermakna baginya. Eksistensi tidak penting baginya. Dunia tidak berhak untuk kehidupan di dalamnya. Ketika demikian, maka manusia mulai berpikir bagaimana mengakhiri hidup.
Akan tetapi seorang mukmin yang beriman kepada Allah SWT tidak akan melakukan perbuatan itu selamanya. Karena, sekalipun dunia gelap-gulita baginya, masih ada secercah cita-cita, seberkas harapan dan sedikit kesabaran. Sehingga seorang mukmin tidak melakukan bunuh diri, karena dia hidup apa adanya dan mengerti benar bahwa hidup ini selalu berubah. Selain itu, dia menyadari bahwa bersama kesulitan ada kemudahan, setelah kesulitan kemudahan, setelah malam penuh kesempitan datanglah pagi yang sarat kemudahan, sebagaimana firman Allah SWT,
Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. (Qs. Al Insyirah : 5-6).
Para ulama menyebutkan bahwa orang yang mengutamakan bunuh diri tiada lain karena salah satu di antara 2 sebab berikut :
1. Ingkar kepada Allah SWT. Dia berkeyakinan bahwa tidak ada Tuhan, tidak ada akhirat, tidak ada hisab, tidak ada surga, tidak ada neraka, kehidupan hanya permainan dan permainan belaka, alam ini ada hanya kebetulan, kehidupan dan kematian hanya sesuatu yang bakal sirna.
2. Hilang kesadaran, buta nurani dan hilang akal. Orang seperti ini bertindak layaknya orang-orang gila. Akan tetapi orang beriman kepada Allah SWT dan hari akhir dan berakal tidak akan berpikir tentang sesuatu yang sangat hina bagi kehidupannya, karena dia sadar bahwa dia bertanggungjawab atas dirinya dan dirinya akan disiksa di akhirat dengan alat yang ia gunakan untuk mengakhiri hidup. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW yang artinya, “Barangsiapa membinasakan dirinya dengan seutas tali sehingga ia bunuh diri, maka dia di dalam neraka Jahannam dan bunuh diri dengannya selama-lamanya. Barangsiapa minum racun sehingga bunuh diri maka racun itu di tangannya dan ia menenggaknya di dalam neraka Jahannam selama-lamanya. Barangsiapa bunuh diri dengan menggunakan besi, maka basi itu di tangannya dan menusuk perut dengannya di dalam neraka Jahannam selama-lamanya”.
Iman adalah potensi besar, bekal yang tidak akan habis dan cadangan yang tidak akan berkurang, seperti apapun gelapnya malam karena musibah dan kesulitan yang mencekik.
Seorang mukmin selalu dalam penantian jalan keluar dengan penuh kesabaran yang sesungguhnya adalah ibadah. Selalu menghitung-hitung karena dalam setiap musibah itu ketaatan. Selalu ridha dengan pilihan Allah SWT dan selalu menyerahkan segala urusan kepada-Nya. Selalu beriman kepada Qadha dan Qadar. Selalu yakin bahwa dunia adalah kampung yang berjalan menuju alam yang lain yang lebih panjang, lebih mulia, lebih bahagia dan kekal abadi keindahan dan kecerahannya sebagaimana firman Allah SWT :
Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan. (Qs. An-Nahl : 97).
Orang beriman menyadari bahwa karena kenikmatan syukur, karena musibah sabar dan karena dosa mohon ampunan. Seorang mukmin itu teguh, yakin dan ridha menghadapi qadha Allah SWT. Sehingga di antara mereka ada yang ditangkap lalu disiksa, dipukuli, ditahan dan ada pula yang digiring ke tiang gantungan dengan penuh ridha, senyum dan selalu mengharapkan pahala dari Allah SWT. Lihatlah Khubaib bin Adiy RA yang disiksa oleh orang-orang musyrik Makkah. Kemudian mereka mendirikan tiang gantungan untuknya. Mereka menggiringnya menuju ke tiang gantungan. Ia meminta kepada mereka kesempatan terakhir untuk menunaikan shalat dua rakaat. Usai shalat ia menghadap kepada mereka seraya berkata, “Demi Allah, jika kalian tidak mengatakan bahwa aku takut mati, maka pasti aku panjangkan shalatku”. Ketika ia dalam keadaan berkalung tali jerat mendendangkan sebuah syair :
وَلَسْتُ أُبَالِى حِيْنَ أُقْتَلُ مُسْلِمًا # عَلَى أَىِّ جَنْبٍ كَانَ فِى اللهِ مَصْرَعِى
Tak peduli ketika aku dibunuh sebagai seorang muslim
Dalam keadaan apapun, di tangan Allah kematianku
Orang-orang mukmin tidak memikirkan bunuh diri, karena mereka berada di dalam hukum Allah dan di dalam kehendak-Nya. Mereka menyembah-Nya dalam keadaan mudah atau susah. Mereka mengetahui bahwa segala sesuatu dengan qadha dan qadar-Nya. Mereka juga mengetahui bahwa pilihan di tangan Allah SWT.
Seorang yang bunuh diri adalah orang yang depresi, gagal dan hampa sehingga melihat kematian dan kehidupannya sama saja. Di dalam pandangannya tidak ada lagi pendorong bagi dirinya untuk mempertahankan dan memuliakan hidup.
******
Dr. ‘Aidh Al Qarni, penulis kitab “Laa Tahzan” dalam koran العالم الإسلامى edisi : 2033 yang terbit pada hari Senin, 7 Juli 2008 pada halaman : 8 menulis artikel dengan judul لماذا الانتحار (Mengapa bunuh diri ?). Dia, dalam artikelnya itu menjelaskan bahwa jika manusia mengalami depresi berat, memilih atheisme, maka kehidupan ini akhirnya tidak bermakna baginya. Eksistensi tidak penting baginya. Dunia tidak berhak untuk kehidupan di dalamnya. Ketika demikian, maka manusia mulai berpikir bagaimana mengakhiri hidup.
Akan tetapi seorang mukmin yang beriman kepada Allah SWT tidak akan melakukan perbuatan itu selamanya. Karena, sekalipun dunia gelap-gulita baginya, masih ada secercah cita-cita, seberkas harapan dan sedikit kesabaran. Sehingga seorang mukmin tidak melakukan bunuh diri, karena dia hidup apa adanya dan mengerti benar bahwa hidup ini selalu berubah. Selain itu, dia menyadari bahwa bersama kesulitan ada kemudahan, setelah kesulitan kemudahan, setelah malam penuh kesempitan datanglah pagi yang sarat kemudahan, sebagaimana firman Allah SWT,
Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. (Qs. Al Insyirah : 5-6).
Para ulama menyebutkan bahwa orang yang mengutamakan bunuh diri tiada lain karena salah satu di antara 2 sebab berikut :
1. Ingkar kepada Allah SWT. Dia berkeyakinan bahwa tidak ada Tuhan, tidak ada akhirat, tidak ada hisab, tidak ada surga, tidak ada neraka, kehidupan hanya permainan dan permainan belaka, alam ini ada hanya kebetulan, kehidupan dan kematian hanya sesuatu yang bakal sirna.
2. Hilang kesadaran, buta nurani dan hilang akal. Orang seperti ini bertindak layaknya orang-orang gila. Akan tetapi orang beriman kepada Allah SWT dan hari akhir dan berakal tidak akan berpikir tentang sesuatu yang sangat hina bagi kehidupannya, karena dia sadar bahwa dia bertanggungjawab atas dirinya dan dirinya akan disiksa di akhirat dengan alat yang ia gunakan untuk mengakhiri hidup. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW yang artinya, “Barangsiapa membinasakan dirinya dengan seutas tali sehingga ia bunuh diri, maka dia di dalam neraka Jahannam dan bunuh diri dengannya selama-lamanya. Barangsiapa minum racun sehingga bunuh diri maka racun itu di tangannya dan ia menenggaknya di dalam neraka Jahannam selama-lamanya. Barangsiapa bunuh diri dengan menggunakan besi, maka basi itu di tangannya dan menusuk perut dengannya di dalam neraka Jahannam selama-lamanya”.
Iman adalah potensi besar, bekal yang tidak akan habis dan cadangan yang tidak akan berkurang, seperti apapun gelapnya malam karena musibah dan kesulitan yang mencekik.
Seorang mukmin selalu dalam penantian jalan keluar dengan penuh kesabaran yang sesungguhnya adalah ibadah. Selalu menghitung-hitung karena dalam setiap musibah itu ketaatan. Selalu ridha dengan pilihan Allah SWT dan selalu menyerahkan segala urusan kepada-Nya. Selalu beriman kepada Qadha dan Qadar. Selalu yakin bahwa dunia adalah kampung yang berjalan menuju alam yang lain yang lebih panjang, lebih mulia, lebih bahagia dan kekal abadi keindahan dan kecerahannya sebagaimana firman Allah SWT :
Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan. (Qs. An-Nahl : 97).
Orang beriman menyadari bahwa karena kenikmatan syukur, karena musibah sabar dan karena dosa mohon ampunan. Seorang mukmin itu teguh, yakin dan ridha menghadapi qadha Allah SWT. Sehingga di antara mereka ada yang ditangkap lalu disiksa, dipukuli, ditahan dan ada pula yang digiring ke tiang gantungan dengan penuh ridha, senyum dan selalu mengharapkan pahala dari Allah SWT. Lihatlah Khubaib bin Adiy RA yang disiksa oleh orang-orang musyrik Makkah. Kemudian mereka mendirikan tiang gantungan untuknya. Mereka menggiringnya menuju ke tiang gantungan. Ia meminta kepada mereka kesempatan terakhir untuk menunaikan shalat dua rakaat. Usai shalat ia menghadap kepada mereka seraya berkata, “Demi Allah, jika kalian tidak mengatakan bahwa aku takut mati, maka pasti aku panjangkan shalatku”. Ketika ia dalam keadaan berkalung tali jerat mendendangkan sebuah syair :
وَلَسْتُ أُبَالِى حِيْنَ أُقْتَلُ مُسْلِمًا # عَلَى أَىِّ جَنْبٍ كَانَ فِى اللهِ مَصْرَعِى
Tak peduli ketika aku dibunuh sebagai seorang muslim
Dalam keadaan apapun, di tangan Allah kematianku
Orang-orang mukmin tidak memikirkan bunuh diri, karena mereka berada di dalam hukum Allah dan di dalam kehendak-Nya. Mereka menyembah-Nya dalam keadaan mudah atau susah. Mereka mengetahui bahwa segala sesuatu dengan qadha dan qadar-Nya. Mereka juga mengetahui bahwa pilihan di tangan Allah SWT.
Seorang yang bunuh diri adalah orang yang depresi, gagal dan hampa sehingga melihat kematian dan kehidupannya sama saja. Di dalam pandangannya tidak ada lagi pendorong bagi dirinya untuk mempertahankan dan memuliakan hidup.
******
Selasa, 12 Mei 2009
KARTUN NABI MUHAMMAD SAW
KARTUN NABI MUHAMMAD
MENDORONG SEJUMLAH WARGA DENMARK MASUK ISLAM
Ditulis di dalam koran العالم الإسلامى edisi 2033 yang terbit pada Senin, 7 Juli 2008 pada halaman 6, sebuah judul yang artinya : Gambar-bambar yang menjelekkan Rasul yang mulia menjadi penyebab sejumlah warga Denmark masuk Islam.
Wanita muslimah pertama asal Palestina duduk di parlemen Denmark menegaskan bahwa kartun-kartun yang menghina Nabi yang menimbulkan kemarahan besar di seluruh dunia itu telah menjadi penyebab bagi sejumlah warga Denmark masuk Islam.
Muslimah anggota parlemen Denmark itu juga mengatakan bahwa dirinya telah menemui para penggambar yang menghina Nabi dan akhirnya dia mengetahui bahwa mereka tidak mengerti Islam. Mereka juga tidak menggambar Rasulullah SAW, akan tetapi mereka menggambar kondisi kaum muslimin.
Asma Abdul Hamid, wanita musliman anggota parlemen Denmark itu mengatakan bahwa sebagian kaum muslimin mencampur-adukkan antara tradisi dan agama. Sehingga dia menyampaikan nasihat kepada kaum muslimin, hendaknya mereka kembali kepada aqidah dan berpegang-teguh kepada norma-norma dan ajaran Nabi SAW.
Gonjang-ganjing yang terjadi di dunia Arab dan Islam yang dipicu oleh kartun tersebut telah membuat warga Denmark bertanya-tanya tentang sebab munculnya kekacauan itu. Dalam diri mereka muncul keinginan yang kuat untuk mengetahui lebih jauh tentang pribadi Nabi SAW. Sehingga sebagian mereka ada yang mendalami pengetahuan sekitar Islam, dan ada pula yang menggali pengetahuan tentang berbagai kelebihan Rasulullah SAW. Al Hasil, banyak warga Denmark yang masuk Islam.
Sikap yang diambil Asma berkaitan dengan kartun itu adalah melaporkan kasusnya kepada polisi agar mereka menyeret para penggambar dan mengadilinya. Namun upaya itu tidak membuahkan hasil. Sehingga dia memutuskan untuk menjumpai para penggambar dan mendapati mereka tidak mengerti Islam. Mereka menggambarkan Islam dari sumber kaum muslimin timur-tengah yang banyak dilanda gejolak ekonomi, politik, sosial, dan budaya. Sehingga mereka mendapatkan gambaran yang paling buruk tentang Islam dan menganggap Islam sebagai sumber teror. Berangkat dari gambaran itulah mereka menggambar Nabi Muhammad SAW. Asma mengatakan, “Jadi mereka tidak menggambar Rasulullah SAW, akan tetapi kita sendiri yang menggambar beliau. Karena kita tidak bisa memberikan gambaran tentang Islam dengan akhlak dan ajarannya yang mulia sebagaimana yang ditampilkan oleh Rasulullah SAW. Dengan demikian, kita belum menunaikan kewajiban kita yang benar”.
******
MENDORONG SEJUMLAH WARGA DENMARK MASUK ISLAM
Ditulis di dalam koran العالم الإسلامى edisi 2033 yang terbit pada Senin, 7 Juli 2008 pada halaman 6, sebuah judul yang artinya : Gambar-bambar yang menjelekkan Rasul yang mulia menjadi penyebab sejumlah warga Denmark masuk Islam.
Wanita muslimah pertama asal Palestina duduk di parlemen Denmark menegaskan bahwa kartun-kartun yang menghina Nabi yang menimbulkan kemarahan besar di seluruh dunia itu telah menjadi penyebab bagi sejumlah warga Denmark masuk Islam.
Muslimah anggota parlemen Denmark itu juga mengatakan bahwa dirinya telah menemui para penggambar yang menghina Nabi dan akhirnya dia mengetahui bahwa mereka tidak mengerti Islam. Mereka juga tidak menggambar Rasulullah SAW, akan tetapi mereka menggambar kondisi kaum muslimin.
Asma Abdul Hamid, wanita musliman anggota parlemen Denmark itu mengatakan bahwa sebagian kaum muslimin mencampur-adukkan antara tradisi dan agama. Sehingga dia menyampaikan nasihat kepada kaum muslimin, hendaknya mereka kembali kepada aqidah dan berpegang-teguh kepada norma-norma dan ajaran Nabi SAW.
Gonjang-ganjing yang terjadi di dunia Arab dan Islam yang dipicu oleh kartun tersebut telah membuat warga Denmark bertanya-tanya tentang sebab munculnya kekacauan itu. Dalam diri mereka muncul keinginan yang kuat untuk mengetahui lebih jauh tentang pribadi Nabi SAW. Sehingga sebagian mereka ada yang mendalami pengetahuan sekitar Islam, dan ada pula yang menggali pengetahuan tentang berbagai kelebihan Rasulullah SAW. Al Hasil, banyak warga Denmark yang masuk Islam.
Sikap yang diambil Asma berkaitan dengan kartun itu adalah melaporkan kasusnya kepada polisi agar mereka menyeret para penggambar dan mengadilinya. Namun upaya itu tidak membuahkan hasil. Sehingga dia memutuskan untuk menjumpai para penggambar dan mendapati mereka tidak mengerti Islam. Mereka menggambarkan Islam dari sumber kaum muslimin timur-tengah yang banyak dilanda gejolak ekonomi, politik, sosial, dan budaya. Sehingga mereka mendapatkan gambaran yang paling buruk tentang Islam dan menganggap Islam sebagai sumber teror. Berangkat dari gambaran itulah mereka menggambar Nabi Muhammad SAW. Asma mengatakan, “Jadi mereka tidak menggambar Rasulullah SAW, akan tetapi kita sendiri yang menggambar beliau. Karena kita tidak bisa memberikan gambaran tentang Islam dengan akhlak dan ajarannya yang mulia sebagaimana yang ditampilkan oleh Rasulullah SAW. Dengan demikian, kita belum menunaikan kewajiban kita yang benar”.
******
Langganan:
Postingan (Atom)