Minggu, 16 Desember 2012

SOAL PENGEMBANGAN SUMBER BELAJAR

SOAL UAS PASCA SARJANA PROGRAM TEKNOLOGI PENDIDIKAN

UNIVERSITAS ISLAM ASYAFI'IYAH



1. Jelaskan pengertian Sumber Belajar yang dikutip, minimal 5 pendapat para ahli, kemudian dikemas menjadi pendapat saudara sendiri.

2. Jelaskan perbedaan Sumber Belajar dengan Bahan ajar dan uraikan beserta contohnya.

3. Secara skematik prosedur merancang sumber belajar mengikuti langkah sebagai berikut :

4. Jelaskan ke-6 langkah tersebut?

5. Buatlah Rencana Pembelajaran / RPP dalam persiapan mengajar saudara dalam kelas, yang

disesuaikan dengan kondisi kelas, letak geografis, keterbatasan sarana dan lain-lain, dengan

melibatkan sumber belajar secara optimal?

6. Jika saudara menjadi pemangku kebijakan dibidang pendidikan di kabupaten Sukabumi,

Program apakah yang akan saudara lakukan terkait dengan peningkatan kualitas pendidikan

yang berorientasi pada pengembangan sumber belajar?





____________ SELAMAT BEKERJA SEMOGA SUKSES ______________



Posted 6th October 2011 by SAMSUDIN


JAWABAN UAS

PROGRAM PASCA SARJANA JURUSAN TEKNOLOGI PENDIDIKAN

UNIVERSITAS ISLAM AS-SYAFI'IAH JAKARTA



MATA KULIAH : PENGEMBANGAN MEDIA DAN PENGELOLAAN SUMBER BELAJAR

DOSEN : DR. SAMSUDIN

MAHASISWA : ASMUNI

NIM : 5520 110 116

1. Pengertian " sumber belajar " :

1) Menurut Wina Sanjaya sumber belajar adalah segala sesuatu yang ada di sekitar lingkungan kegiatan belajar yang secara fungsional dapat digunakan untuk membantu optimalisasi hasil belajar.

2) Menurut Barbara B. Seels dan Rita C. Richey sumber belajar adalah apa saja yang mendukung terjadinya proses belajar, termasuk sistem pelayanan, bahan pembelajaran dan lingkungan. Termasuk ke dalamnya adalah tenaga, biaya dan fasilitas.

3) Menurut Association for Education and Communication Technology (AECT) sumber belajar adalah semua sumber, baik berupa data, orang dan wujud tertentu yang dapat digunakan oleh siswa dalam belajar, baik secara terpisah maupun secara terkombinasi sehingga mempermudah siswa dalam mencapai tujun belajar atau mencapai kompetensi tertentu.

4) Sudjana (Suratno, 2008), menuliskan bahwa pengertian sumber belajar bisa diartikan secara sempit dan secara luas. Pengertian secara sempit diarahakan pada bahan-bahan cetak. Sedangkan secara luas tidak lain adalah daya yang bisa dimanfaatkan guna kepentingan proses belajar mengajar, baik secara langsung maupun tidak langsung.

5) Sadiman mendefinisikan sumber belajar sebagai segala sesuatu yang dapat digunakan untuk belajar, yakni dapat berupa orang, benda, pesan, bahan, teknik, dan latar (Sadiman, Arief S., Pendayagunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi untuk Pembelajaran, makalah, 2004)

Dengan demikian maka sumber belajar menurut saya adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk belajar, apakah berupa pesan, orang, bahan, alat, tehnik atau lingkungan dalam rangka mencapai tujuan pembelajaran.


2. Sumber belajar adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk belajar, baik berupa pesan, orang, bahan, alat, tehnik atau lingkungan. Contoh : Seorang tokoh masyarakat, pasar, komputer dan lain-lain. Dengan demikian maka sumber belajar adalah segala sesuatu yang belum dikoordinir secara rapi sehingga memberikan alur dalam proses belajar mengajar. Masing-masing sumber masih berdiri sendiri-sendiri dan belum efektif dalam kegiatan belajar mengajar.

Sedangkan bahan ajar adalah segala bentuk bahan yang digunakan untuk membantu guru/instructur dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar di kelas. Bahan yang dimaksud bisa berupa bahan tertulis maupun bahan tidak tertulis. Contoh : RPP, Modul dan lain-lain. Dengan demikian maka bahan ajar adalah sebuah instrumen yang memberikan arahan, batasan dan evaluasi bagi guru dalam mengajar dan bagi siswa dalam belajar sehingga kegiatan belajar mengajar focus kepada tujuan pembelajaran.


3. Dalam merancang sumber belajar, secara skematik harus mengikuti prosedur sebagai berikut:

Langkah pertama mempelajari kurikulum. Sebelum guru menetukan sumber belajar yang akan digunakan, terlebih dahulu guru harus mempelajari silabus yang terdapat di dalam kurikulum. Dalam silabus tersebut telah disebutkan standar kompetensi (SK), kompetensi dasar (KD), pokok bahasan dalam kegiatan belajar mengajar yang akan dilakukan dalam rangka mencapai standar kompetensi (SK) dan kompetensi dasar (KD), alat evaluasi, sumber belajar dan alokasi waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan suatu pokok bahasan.

Langkah kedua menetapkan kompetensi siswa yang hendak dicapai. Kompetensi siswa yang hendak dicapai berupa kompetensi dasar dirumuskan dalam bentuk indikator-indikator yang dijadikan tolok ukur bagi pencapaian kompetensi dasar tersebut. Berdasar indikator-indikator ini dirumuskan tujuan pembelajaran yang hendak dicapai dalam kegiatan belajar mengajar setelah guru menyelesaikan pembahasan pokok bahasan dalam satu kali atau beberapa kali pertemuan.

Langkah ketiga memilih dan menentukan materi yang akan disajikan. Setelah guru menentukan kompetensi dasar dan merumuskan tujuan pembelajaran yang akan dicapai berdasarkan indikator-indikator yang dijabarkan dari kompetensi dasar, maka langkah selanjutnya guru memilih materi pelajaran yang akan disajikan berdasarkan tujuan pembelajaran yang telah dirumuskan. Materi pelajaran tersebut disusun berdarakan herarkhis tujuan pembelajaran yang dirumuskan oleh guru, dimulai dari level yang mudah sampai pada level yang sukar.

Langkah kempat, memilih dan menentukan jenis dan sumber belajar. Berdasarkan tujuan pembelajaran tersebut maka guru menentukan kegiatan belajar mengajar dan jenis serta sumber belajar yang akan digunakan dalam rangka untuk mencapai tujuan pembelajaran tersebut.

Langkah kelima, mengembangkan sumber belajar. Pada langkah ini guru melaksanakan kegiatan belajar mengajar dengan menggunakan jenis dan sumber belajar yang telah ditentukan dengan menggunakan berbagai metode yang dianggap relevan dengan tujuan yang akan dicapai.

Langkah keenam. mengevaluasi sumber belajar. Evaluasi sumber belajar adalah penilaian yang dilakukan guru terhadap pelaksanakan kegiatan belajar mengajar dengan menggunakan jenis dan sumber belajar yang telah ditentukan. Hal itu dilakukan untuk mengetahui apakah kegiatan belajar mengajar yang dilaksanakan dengan menggunakan jenis dan sumber belajar itu berhasil dengan baik atau tidak.

4. Contoh RPP

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

Satuan Pendidikan : MA

Mata Pelajaran : Bahasa Arab

Kelas / Semester : X / Ganjil

Pokok Bahasan : Pelajaran pertama

Sub pokok Bahasan : Isim isyarah jauh dan dekat untuk isim mudzakkar

Alokasi Waktu : 2 x 45 menit

A. 1. Standart Kompetensi

Siswa mampu berbicara, menulis, menyimak dan membaca dengan lingkup pelajaran

    2. Kompetensi dasar

       1) Siswa mampu mengidentifikasi 8 isim mudzakkar, isim isyarah dekat dan jauh untuk isim mudzakkar

       2) Siswa mampu mengidentifikasi adatul istifham أ dan ما .

       3) Siswa mampu menjawab pertanyaan dengan adatul istifham أ dan ما dengan benar.

       4) Siswa mampu membuat pertanyaan dengan menggunakan adatul istifham أ dan ما dengan benar.

    3. Indikator Pencapaian Hasil Belajar

        1) Siswa mampu berdialog dengan menggunakan bahasa Arab dalam lingkup pelajaran 1.

        2) Siswa mampu menjawab pertanyaan langsung dari guru dalam lingkup pelajaran 1.

        3) Siswa mampu menjawab latihan nomor 1, 2 dan 3 secara lisan dan tulisan.

B. Sumber Pembelajaran

    1) Buku paket Bahasa Arab Pondok Modern Gontor (دروس اللغة العربية على الطريقة الحديثة)

    2) Media Pembelajaran (8 benda yang sudah ada di kelas, yaitu : Buku cetak, kertas, Kapur tulis, pensil, meja, bangku, kursi dan pintu).

    3) Skema ringkasan materi pelajaran.

C. Kegiatan Belajar Mengajar

    1. Model Pembelajaran : Langsung

    2. Metode : Direct method, diskusi, demonstrasi, peer teaching, tanya jawab dan pemberian tugas.

    3. Pelaksanaan :

Kegiatan Inti Waktu

A. Pendahuluan

Apersepsi

 Setelah membaca absen, guru bertanya tentang pelajaran hari ini, hari dan tanggal dengan bahasa Arab yang fasih lalu menulisnya di papan tulis dengan huruf Arab.

 Guru menyampaikan bahwa hari ini akan belajar pelajaran 1.

10 menit

B. Kegiatan Inti

1. Guru menulis skema ringkasan materi di papan tulis.

1) ألأسماء مذكر

مؤنث

2) اسم الإشارة للمذكر هذا

ذلك

3) الاستفهام والجواب : ما هذا ؟ ذلك .......

ما ذلك ؟ ذلك ......

أهذا ...... ؟ نعم ، ذلك ......

لا ، ذلك .......

أذلك ..... ؟ نعم ، ذلك .....

لا ، ذلك .......

2. Guru mendemonstrasikan 8 benda (mudzakkar) satu persatu, menyebut bahasa Arabnya dengan jelas, fasih dan benar, ditirukan oleh siswa dengan jelas, fasih dan benar secara bersama-sama, guru menunjuk siswa satu persatu agar menirukan dengan jelas, fasih dan benar, lalu menulisnya di papan tulis dengan jelas dan benar pula (tanpa arti).

3. Guru menyebutkan isim isyarah dekat + isim mudzakkar dengan jelas, fasih dan benar yang diikuti oleh siswa.

4. Guru menyebutkan isim isyarah jauh + isim mudzakkar dengan jelas, fasih dan benar yang diikuti oleh siswa.

5. Guru menyebutkan istifham ما + isim mudzakkar dengan jelas, fasih dan benar yang diikuti oleh siswa. Demikian juga jawabannya.

6. Guru menyebutkan istifham أ + isim mudzakkar dengan jelas, fasih dan benar yang diikuti oleh siswa. Demikian juga jawabannya.

7. Guru menyebutkan istifham أ + isim isyarah dekat/jauh + isim mudzkkar dengan jelas, fasih dan benar yang diikuti oleh siswa. Demikian juga jawabannya yang khusus menunjukkan setuju.

8. Guru menyebutkan satu persatu bentuk pertanyaan di atas, lalu siswa menjawabnya secara bersama-sama.

9. Guru menyebutkan satu persatu bentuk pertanyaan di atas, lalu siswa menjawabnya satu persatu secara lisan.

10. Guru menulis semua yang diucapkan di papan tulis.

11. Guru membaca apa yang ditulis di papan tulis dan mengoreksi tulisannya jika ada yang salah.

12. Guru memerintahkan siswa agar menulis di buku tulis khusus untuk kosa kata apa yang ditulis oleh guru di papan tulis.

13. Guru menunjuk satu persati siswa agar membaca apa yang telah ia tulis.

14. Guru memerintahkan kepada siswa agar membuka buku paket mereka.

15. Guru membaca pelajaran 1 di buku paket seraya siswa memperhatikan buku mereka masing-masing.

16. Guru menunjuk satu persatu siswa agar membaca pelajaran 1 di buku paket mereka dengan suara yang jelas.

17. Guru melakukan perbaikan bacaan siswa jika ada kesalahan.

18. Guru memerintah siswa agar menutup buku tulis dan buku paket mereka.

50 menit


C. Penutup

Pos tes :

1. Guru memberikan pertanyaan lisan dengan menggunakan ما + isim isyarah mudzakkar dekat.

2. Guru memberikan pertanyaan lisan dengan menggunakan ما + isim isyarah mudzakkar jauh.

3. Guru memberikan pertanyaan lisan dengan menggunakan أ + isim isyarah mudzakkar dekat + isim mudzkkar.

4. Guru memberikan pertanyaan lisan dengan menggunakan أ + isim isyarah mudzakkar jauh + isim mudzkkar.

5. Semua pertanyaan di atas diulang-ulang dan siswa satu persatu ditunjuk oleh guru untuk menjawabnya dengan bimbingan dari guru.

Latihan :

1. Menjawab latihan 1, 2 dan 3 yang ada di dalam buku paket secara lisan dengan bimbingan guru secara berurutan.

2. Tugas menyelesaikan latihan 1, 2 dan 3 di buku tulis khusus latihan di luar jam belajar formal di kelas.

3. Guru mengoreksi latihan siswa dan memberinya nilai, lalu mengadakan perbaikan secara umum di kelas pada pertemuan berikutnya. 30 menit

*****
5. Langkah yang harus saya lakukan jika diangkat menjadi pemangku kebijakan di bidang pendidikan:

1) Menentukan Visi dan misi pendidikan yang jelas dan realistis.

2) Membuat Rencana Kerja jangka panjang dan jangka pendek.

3) Membuat skala prioritas pencapaian rencana kerja.

4) Sosialisasi visi, misi dan rencana kerja ke semua jajaran.

5) Mengadakan pelatihan-pelatihan yang mendukung kemajuan pendidikan.

6) Menghidupkan fungsi kontrol dan pelaporan hasil temuan di lapangan.

7) Menginstruksikan diadakan evaluasi internal berkala tentang pelaksanaan program-program dan rencana kerja di semua jajaran.



******



Minggu, 09 Desember 2012

KONSEP KHUTBAH JUMAT (PERSIAPAN MENGHADAPI BULAN RAMADHAN 1432 H)

PERSIAPAN MENGHADAPI RAMADHAN 1432 H
1- Persiapan umum dari bulan Rajab dan Sya'ban dengan memperbanyak ibadah (puasa sunnah, shalat gerhana, shalat tahajjud, shalat rawatib, shadaqah).
2- Persiapan khusus meliputi :
 Persiapan ruhy : Semangat beribadah dan berdoa.
 Persiapan jasady : Fisik kuat demi menjalankan ibadah yang lebih banyak dan shahihah.
 Persiapan maly : Zakat fitrah, zakat maal, shadaqah.
 Persiapan ilmy : Ilmu yang shahih melahirkan amal shalih.
3- Bimbingan Rasul berkenaan dengan puasa :
1) الجامع الصغير وزيادته - (1 / 730)
7294صيام المرء في سبيل الله يبعده من جهنم مسيرة سبعين عاما .
عن أبي الدرداء .
قال الشيخ الألباني : ( صحيح )

2) الجامع الصغير وزيادته - (1 / 1128)
11275 - من صام يوما في سبيل الله باعد الله بذلك اليوم حر جهنم عن وجهه سبعين خريفا .
عن أبي سعيد .
قال الشيخ الألباني : ( صحيح )

3) الجامع الصغير وزيادته - (1 / 1128)
11272 - من صام رمضان إيمانا و احتسابا غفر له ما تقدم من ذنبه .
عن أبي هريرة .
قال الشيخ الألباني : ( صحيح ) انظر حديث رقم : 6326 في صحيح الجامع

4) الجامع الصغير وزيادته - (1 / 279)
2788 - إن الله تعالى يقول : إن الصوم لي و أنا أجزي به إن للصائم فرحتين : إذا أفطر فرح و إذا لقي الله تعالى فجزاه فرح ، والذي نفس محمد بيده لخلوف فم الصائم أطيب عند الله من ريح المسك .
عن أبي هريرة وأبي سعيد معا .
قال الشيخ الألباني : ( صحيح ) انظر حديث رقم : 1907 في صحيح الجامع
4- Jangan lupa zakat fitrah dan shadaqah :
1) مَا عِنْدَكُمْ يَنْفَدُ وَمَا عِنْدَ اللهِ بَاقٍ (النحل : 96)

2) صحيح ابن ماجة - (1 / 306)
حدثنا حفص بن عمرو حدثنا عبد الرحمن بن مهدي حدثنا مالك بن أنس عن نافع عن ابن عمر قال : فرض رسول الله صلى الله عليه و سلم صدقة الفطر صاعا (2،04 كغ عند الجمهور و3،25 كغ عند الحنفية) من شعير أو صاعا من تمر على كل حر أو عبد ، ذكر أو أنثى من المسلمين .
( صحيح ) صحيح أبي داود ، وأخرجه البخاري ومسلم .

3) صحيح الترغيب والترهيب - (1 / 263)
1085 - ( حسن )
عن ابن عباس رضي الله عنهما قال : فرض رسول الله صلى الله عليه وسلم صدقة الفطر طهرة للصائم من اللغو (الكلام غير المعقود عليه) والرفث (والرَّفَثُ أَيضاً الفُحْشُ من القول وكلام النساءِ في الجماع) وطعمة للمساكين فمن أداها قبل الصلاة فهي زكاة مقبولة ومن أداها بعد الصلاة فهي صدقة من الصدقة .
رواه أبو داود وابن ماجه والحاكم وقال : صحيح على شرط البخاري
5- Jangan sampai 10 hari terakhir ramadhan / malam Al Qadar : Masjid sepi, pasar ramai.

******

Sabtu, 08 Desember 2012

KONSEP KHUTBAH JUMAT (PENINGKATAN KWALITAS DIRI)

(MANAJEMEN MEMINIMALISIR SIFAT LUPA)

MASALAH :

1. Lupa adalah pengaruh buruk syetan (QS. Thaha : 120, Al Baqarah : 36, 268, 275, Ali Imran : 36, 155, 175, An-Nisa : 60, 76, 119, 120, Al Maidah : 90, 91, Al An'am :43, 68, 142, Al A'raf : 20, 22, 27, 175, 200, Al Anfal : 48, ………)

2. Lupa bisa menjadi dosa besar : .

3. Lupa yang terjadi pada Nabi Adam dan istrinya adalah taqdir, namun pelajaran penting bagi manusia.



وَلَقَدْ عَهِدْنَا إِلَى آدَمَ مِنْ قَبْلُ فَنَسِىَ وَلَمْ نَجِدْ لَهُ عَزْمًا [طه : 115]

Dan sesungguhnya dahulu telah Kami perintahkan[947] kepada Adam, kemudian ia lupa (akan perintah itu), dan tidak Kami dapati padanya kemauan yang kuat.

[947] Perintah Allah ini tersebut dalam ayat 35 surat Al Baqarah, yaitu :

وَقُلْنَا يَا آدَمُ اسْكُنْ أَنْتَ وَزَوْجُكَ الْجَنَّةَ وَكُلاَ مِنْهَا رَغَدًا حَيْثُ شِئْتُمَا وَلاَ تَقْرَبَا هَذِهِ الشَّجَرَةَ فَتَكُونَا مِنَ الظَّالِمِينَ [البقرة : 35]

Dan Kami berfirman: "Hai Adam, diamilah olehmu dan isterimu surga ini, dan makanlah makanan-makanannya yang banyak lagi baik dimana saja yang kamu sukai, dan janganlah kamu dekati pohon ini[37], yang menyebabkan kamu termasuk orang-orang yang zalim.

[37] Pohon yang dilarang Allah mendekatinya tidak dapat dipastikan, sebab Al-Quran dan Hadist tidak menerangkannya. Ada yang menamakan pohon khuldi sebagaimana tersebut dalam surat Thaha ayat 120, tapi itu adalah nama yang diberikan syaitan.

فَوَسْوَسَ إِلَيْهِ الشَّيْطَانُ قَالَ يَا آدَمُ هَلْ أَدُلُّكَ عَلَى شَجَرَةِ الْخُلْدِ وَمُلْكٍ لاَ يَبْلَى ؟ [طه : 120] فَأَكَلاَ مِنْهَا فَبَدَتْ لَهُمَا سَوْآتُهُمَا وَطَفِقَا يَخْصِفَانِ عَلَيْهِمَا مِنْ وَرَقِ الْجَنَّةِ وَعَصَى آدَمُ رَبَّهُ فَغَوَى [طه : 121]

Kemudian syaitan membisikkan pikiran jahat kepadanya, dengan berkata: "Hai Adam, maukah saya tunjukkan kepadamu pohon khuldi[948] dan kerajaan yang tidak akan binasa?". Maka keduanya memakan dari buah pohon itu, lalu nampaklah bagi keduanya aurat-auratnya dan mulailah keduanya menutupinya dengan daun-daun (yang ada di) surga, dan durhakalah Adam kepada Tuhan dan sesatlah ia[949].

[948] Pohon itu dinamakan Syajaratulkhuldi (pohon kekekalan), karena menurut syaitan, orang yang memakan buahnya akan kekal, tidak akan mati.

[949] yang dimaksud dengan durhaka di sini ialah melanggar larangan Allah karena lupa, dengan tidak sengaja, sebagaimana disebutkan dalam ayat 115 surat ini.

Dan yang dimaksud dengan sesat ialah mengikuti apa yang dibisikkan syaitan.

Sekalipun Rasulullah SAW mensabdakan bahwa karena lupa maka dosa tidak tercatat, sebagaimana sabda beliau :.....

مشكاة المصابيح - (2 / 246)

3287 - [ 14 ] ( صحيح )

وعن علىٍّ رضى الله عنه قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : رفع القلم عن ثلاثة : عن النائم حتى يستيقظ وعن الصبى حتى يبلغ وعن المعتوه (هُوَ الْمَجْنُون الْمُصَاب بِعَقْلِهِ – عون المعبود) حتى يعقل . رواه الترمذى وأبو داود .

……namun kita tetap harus melakukan berbagai upaya meminimalisir lupa akan tugas dan kewajiban, apalagi tugas dan kewajiban dari dan kepada Allah dan RasulNya. Karena Nabi Adam as. disebabkan lupa akhirnya tetap saja disebut oleh Allah :

1) Durhaka kepada Allah dan,

2) Sesat karena mengikuti rayuan syetan, serta

3) Zhalim.



Contoh upaya itu :

1. Memasang alarm = untuk mengingatkan waktu shalat fardhu atau sunnah, waktu makan sahur, tugas dan kewajiban di tengah masyarakat dan lain-lain.

2. Pencatatan = untuk mengingatkan jatuh tempo hutang, program, tugas dan lain-lain.

3. Minta bantuan orang dalam keluarga dan orang lain untuk mengingatkan kita.



Kesimpulan :

1) Petunjuk yang benar hanyalah yang datang dari Allah dan RasulNya atau dari manapun asal sesuai dengan petunjuk Allah dan RasulNya.

2) Lupa adalah pengaruh buruk dan jahat dari syetan.

3) Hadits رفع القلم sebaiknya diberlakukan setelah berbagai upaya menguranginya sifat lupa tsb.

4) Berbagai upaya untuk mengurangi sifat lupa, menjadi ibadah mulia di sisi Allah, sesederhana apapun upaya itu.



******





KONSEP KHUTBAH JUMAT (MAKNA AMIN SETELAH AL FATIHAH)

1) السلسلة الصحيحة - مختصرة - (1 / 831)

464 - ( صحيح )

[عن أبى هريرة : كان رسول الله صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إذا فرغ من قراءة أم القرآن ؛ رفع صوته وقال : آمين ] رواه البيهقى والدارقطنى والحاكم وابن خزيمة.



2) السلسلة الصحيحة - مختصرة - (2 / 306)

691 - ( صحيح )

[ عن عائشة عن الرسول : إن اليهود قوم حُسَّدٌ وإنهم لا يحسدوننا على شيء كما يحسدوننا على السلام (= يعنى السلام على الرسول) وعلى آمين ] . رواه ابن خزيمة.



مشكاة المصابيح - (1 / 79)

370 - [ 37 ] ( صحيح )

وعن سلمان قال : قال له بعض المشركين وهو يستهزئ به : إني لأرى صاحبكم يعلمكم كل شيء حتى الخِرَاءَةَ ، قال : أجل ، أمرنا أن لا نستقبل القبلة ولا نستنجي بأيماننا ولا نكتفي بدون ثلاثة أحجار ليس فيها رجيع ولا عظم . رواه مسلم وأحمد واللفظ له



3) لسان العرب - (13 / 21)

أَمينَ كلمةٌ تقال في إثْرِ الدُّعاء ، قال الفارسي : هي جملةٌ مركَّبة من فعلٍ واسم ، معناه : اللهم اسْتَجِبْ لي .



4) اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ ( = المتابعة لله وللرسول – مختصر تفسير ابن كثير) ، صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ { وَمَن يُطِعِ الله والرسول فأولئك مَعَ الذين أَنْعَمَ الله عَلَيْهِم مِّنَ النبيين والصديقين والشهدآء والصالحين وَحَسُنَ أولئك رَفِيقاً } [ النساء : 69 ] غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ (= وهم الذين علموا الحق وعدلوا عنه – مختصر تفسير ابن كثير) وَلاَ الضَّالِّينَ (وهم الذين فقدوا العلم ، فهم هائمون في الضلالة لا يهتدون إلى الحق – مختصر تفسير ابن كثير). [الفاتحة : 6 ، 7]



5) وقد ورد في صحيح مسلم من حديث العلاء بن عبد الرحمن مولى الحرقة عن أبيه ، عن أبي هريرة عن رسول الله - صلى الله عليه وسلم - : « يقول الله تعالى : قسمت الصلاة بيني وبين عبدي نصفين . فنصفها لي ونصفها لعبدي ، ولعبدي ما سأل . إذا قال العبد : الحمد لله رب العالمين . قال الله : حمدني عبدي . وإذا قال : الرحمن الرحيم . قال الله : أثنى عليّ عبدي . فإذا قال : مالك يوم الدين . قال الله : مجدني عبدي . وإذا قال : إياك نعبد وإياك نستعين . قال : هذا بيني وبين عبدى ولعبدى ما سأل . فإذا قال : اهدنا الصراط المستقيم . صراط الذين أنعمت عليهم غير المغضوب عليهم ولا الضالين . قال : هذا لعبدى ولعبدى ما سأل » .







KESIMPULAN :

1. Mengucapkan amin setelah akhir Al Fatihah adalah ibadah yang shahih karena ittiba' kepada Rasulullah saw.

2. Amin dan salam sangat mulia dalah Islam sehingga diirikan oleh orang-orang Yahudi.

3. Amin artinya : Ya Allah, kabulkanlah untukku.

4. Doa kita dalam surah Al Fatihah adalah satu saja, permohonan ditunjuki jalan lurus.

5. Jalan lurus itu adalah Islam dan istiqomah mengamalkan segala perintah dan meninggalkan segala larangan di dalamnya.

6. Jalan lurus adalah jalan orang-orang yang diberi nikmat oleh Allah, yaitu para nabi, orang-orang yang membenarkan segala ajaran Islam, para syuhada' dan orang-orang shalih.



*****

KONSEP KHUTBAH JUMAT (ALLAH MENJADI ANGGOTA BADAN HAMBA PILIHANNYA)

مشكاة المصابيح - (2 / 10)
 2266 - [ 6 ] ( صحيح )
 وعن أبي هريرة قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : " إن الله تعالى قال : (1) من عادى لي وليا فقد آذنته بالحرب (2) وما تقرب إلي عبدي بشيء أحب إلي مما افترضت عليه (3) وما يزال عبدي يتقرب إلي بالنوافل حتى أحبه فإذا أحببته (4) كنت سمعه الذي يسمع به وبصره الذي يبصر به ويده التي يبطش بها ورجله التي يمشي بها وإن سألني لأعطينه ولئن استعاذني لأعيذنه " . رواه البخاري .
Sesungguhnya Allah SWT. berfirman, " (1) Barangsiapa memusuhi orang yang setia kepadaku (mukmin), sesungguhnya Aku telah menyatakan perang terhadapnya. (2) Dan tidaklah seorang hambaKu melakukan amalan yang paling Aku sukai, seperti jika ia melakukan apa-apa yang Aku fardhukan kepadanya. (3) Dan selalu hambaKu bertaqarrub kepadaKu dengan mengamalkan amalan-amalan sunnah hingga Aku mencintainya. Dan jika Aku telah mencintainya, maka (4) jadilah Aku sebagai telinganya yang ia mendengar dengannya, matanya yang ia melihat dengannya, tangannya yang ia berjuang dengannya dan kakinya yang ia berjalan dengannya. Jika ia memohon kepadaKu, pasti Aku beri ia. Jika ia memohon perlindungan kepadaKu, pasti Aku beri perlindungan ia".
1-    Ini hadits qudsi yang sahih dan sangat agung, karena menghimpun antara syari'ah dan fakta. Sebab, menjelaskan bahwa ibadah fardhu adalah amalan yang paling dicintai oleh Allah, dan ibadah-ibadah sunnah adalah jalan menuju kecintaan dari Allah.
2-  Jangan memusuhi seorang wali Allah (mukmin) karena dia akan diperangi oleh Allah (dibinasakan).
3-  Dalam suatu hadits riwayat ibnu Khuzaimah bahwa pahala ibadah fardhu 70 kali lipat pahala ibadah sunnah.
4-  Orang yang mengamalkan ibadah fardhu dan ibadah sunnah menjadi orang yang paling dicintai oleh Allah.
5-  Kecintaan Allah adalah kebaikan yang selalu diinginkan oleh Allah bagi hambaNya.
6-  Ciri-ciri orang yang dicintai oleh Allah :
1)    Sibuk dzikir, taat kepada Allah dan dijaga dari syetan.
2)   Menggunakan semua anggota badan untuk taat kepada Allah.
3)   Suka menyimak Al Qur'an dan dzikir dan tidak suka mendengar lagu dan alat-alat musik.
4)   Menjaga pandangannya dari hal-hal haram dilihat.
5)   Pandangannya adalah pandangan penuh pemikiran dan i'tibar. I'tibar dari kata "ubuur" : menyeberang dengan pemikirannya menuju kemaha kuasaan Sang Pencipta.
6)   Sehingga dia banyak bertasbih dan bertakbir.
7)   Semua gerak kedua tangan dan kedua kaki adalah demi Allah.
8)   Tidak berjalan dengan kedua kainya melainkan menuju hal-hal penting dan dengan kedua tangannya tidak melakukan hal-hal yang sia-sia.
9)   Diam dan geraknya adalah demi Allah sehingga berpahala.
7-  Allah menjadi anggota badan artinya bisa :
1)    Allah menjadi Penjaga anggota badan dari pengaruh syetan.
2)   Allah dalam hati hamba, sehingga jika dia hendak berbuat keji atau dosa atau beramal untuk selain Allah, dia menahan dirinya dari semua itu.
8-  Tidak berarti negatif, Allah ada dalam anggota badan sehingga dia memiliki keanehan-keanehan, kekuatan luar biasa dan lain-lain.

*****
  

Selasa, 04 Desember 2012

KONSEP KHUTBAH JUMAT (MASJID2 ALLAH & MEREKA YG MEMAKMURKANNYA)

وَالَّذِينَ اتَّخَذُوا مَسْجِدًا ضِرَارًا وَكُفْرًا وَتَفْرِيقًا بَيْنَ الْمُؤْمِنِينَ وَإِرْصَادًا لِمَنْ حَارَبَ اللهَ وَرَسُولَهُ مِنْ قَبْلُ وَلَيَحْلِفُنَّ إِنْ أَرَدْنَا إِلاَّ الْحُسْنَى وَاللهُ يَشْهَدُ إِنَّهُمْ لَكَاذِبُونَ  لاَ تَقُمْ فِيهِ أَبَدًا لَمَسْجِدٌ أُسِّسَ عَلَى التَّقْوَى مِنْ أَوَّلِ يَوْمٍ أَحَقُّ أَنْ تَقُومَ فِيهِ فِيهِ رِجَالٌ يُحِبُّونَ أَنْ يَتَطَهَّرُوا وَاللهُ يُحِبُّ الْمُطَّهِّرِينَ (التوبة :107-108)
107.  Dan (di antara orang-orang munafik itu) ada orang-orang yang mendirikan masjid untuk menimbulkan kemudharatan (pada orang-orang mukmin), untuk kekafiran dan untuk memecah belah antara orang-orang mukmin serta menunggu kedatangan orang yang telah memerangi Allah dan rasul-Nya sejak dahulu[660]. Mereka sesungguhnya bersumpah: "Kami tidak menghendaki selain kebaikan". Dan Allah menjadi saksi bahwa sesungguhnya mereka itu adalah pendusta (dalam sumpahnya).
108.  Janganlah kamu shalat di dalamnya untuk selama-lamanya. Sesungguhnya mesjid yang didirikan atas dasar taqwa (mesjid Quba), sejak hari pertama adalah lebih patut kamu shalat di dalamnya. Di dalam mesjid itu ada orang-orang yang ingin membersihkan diri. Dan sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bersih.
 [660]  yang dimaksudkan dengan orang yang telah memerangi Allah dan rasul-Nya sejak dahulu ialah seorang pendeta Nasrani bernama Abu 'Amir, yang mereka tunggu-tunggu kedatangannya dari Syiria untuk bersembahyang di masjid yang mereka dirikan itu, serta membawa tentara Romawi yang akan memerangi kaum muslimin. Akan tetapi kedatangan Abu 'Amir ini tidak jadi karena ia mati di Syiria dan masjid yang didirikan kaum munafik itu diruntuhkan atas perintah Rasulullah s.a.w. berkenaan dengan wahyu yang diterimanya sesudah kembali dari perang Tabuk.
Poin-poin penting ayat:
1.      Allah mengabadikan kisah masjid dhirar yang dimurkai Allah.
2.    Masjid dhirar adalah masjid yang digunakan untuk kedurhakaan kepada Allah (bahaya, kekufuran dan pemecah-belah).
3.    Haram hukum shalat di dalam masjid yang masuk kategori dhirar.
4.    Masjid yang diridhai Allah adalah yang dibangun berdasarkan  taqwa kepada Allah.
5.    Orang yang suka memakmurkan masjid yang diridhai Allah adalah orang-orang yang ingin membersihkan diri lahir dan batin.

إِنَّمَا يَعْمُرُ مَسَاجِدَ اللهِ مَنْ آمَنَ بِاللهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ وَأَقَامَ الصَّلاَةَ وَآتَى الزَّكَاةَ وَلَمْ يَخْشَ إِلاَّ اللهَ فَعَسَى أُولَئِكَ أَنْ يَكُونُوا مِنَ الْمُهْتَدِينَ (التوبة : 18)
18.  Orang-orang yang memakmurkan masjid-masjid Allah hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari Kemudian, serta tetap mendirikan shalat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapapun) selain kepada Allah, maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk.
Poin-poin penting ayat :
1.      Ciri-ciri orang yang memiliki dorongan untuk beribadah di dalam masjid yang diridhai Allah adalah :
1)    Memiliki iman kepada Allah.
2)   Beriman kepada hari akhir.
وروى الترمِذي عن أبي سعيد الخُدْرِيّ أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال : إذا رأيتم الرجل يعتاد المسجد فاشهدوا له بالإيمان (حسن غريب) . (من تفسير القرطبى)
3)   Suka melakukan shalat, utamanya shalat 5 waktu secara berjamaah.
4)   Suka membayar zakat fitrah maupun maal.
5)   Tidak memiliki rasa takut selain kepada Allah.
المعنى ولم يخش إلاَّ الله : مما يُعبد ، المعنى الآخر : لم يخف في باب الدِّين إلاَّ الله . (من تفسير القرطبى)
6)   Orang yang memiliki ciri-ciri di atas adalah orang yang mendapatkan petunjuk bukan orang sesat.
و «عسى» من الله واجبة؛ عن ابن عباس وغيره . وقيل : عسى بمعنى خليق (جدير)؛ أي فخليق . (من تفسير القرطبى)

*****


KONSEP KHUTBAH JUMAT (MANAJEMEN DIRI SETELAH MELAKUKAN DOSA)

وَأَقِمِ الصَّلاَةَ طَرَفَيِ النَّهَارِ وَزُلَفًا مِنَ اللَّيْلِ إِنَّ الْحَسَنَاتِ يُذْهِبْنَ السَّيِّئَاتِ ذَلِكَ ذِكْرَى لِلذَّاكِرِينَ (هود : 114) .

Dan dirikanlah shalat pada kedua tepi siang (pagi dan petang) dan pada bahagian permulaan malam. Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk. Itulah peringatan bagi orang-orang yang ingat.

مشكاة المصابيح - (3 / 102)

5083 - [ 16 ] ( حسن )

وعن أبي ذر قال : قال لي رسول الله صلى الله عليه وسلم : " اتق الله حيثما كنت وأتبع السيئة الحسنة تمحها وخالق الناس بخلق حسن " . رواه أحمد والترمذي والدارمي .

Dari Abu Dzar RA ia berkata, "Rasulullah SAW bersabda kepadaku, "Bertaqwalah kepada Allah di manapun engkau berada, ikutilah perbuatan buruk dengan perbuatan baik maka dia akan menghapuskan dosanya dan bergaullah dengan orang lain dengan akhlak yang bagus". (HR. Ahmad, At-Tirmidzi dan Ad-Darimi).

من تفسير القرطبى :

1) قوله تعالى : { وَأَقِمِ الصلاة طَرَفَيِ النهار }
(Dan dirikanlah shalat pada kedua tepi siang (pagi dan petang)
) لم يختلف أحد من أهل التأويل في أن الصلاة في هذه الآية يراد بها الصلوات المفروضة؛ وخصها بالذكر لأنها ثانية الإيمان
2) قوله تعالى : { وَزُلَفاً مِّنَ الليل }
(dan pada bahagian permulaan malam)
 يكون المراد بزلف الليل صلاة العَتَمَة؛ قاله ابن عباس . وقال الحسن : المغرب والعشاء . وقيل : المغرب والعشاء والصبح؛ وقد تقدّم .

3) قوله تعالى : { إِنَّ الحسنات يُذْهِبْنَ السيئات }
(Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk) ذهب جمهور المتأولين من الصحابة والتابعين ( رضي الله عنهم أجمعين ) إلى أن الحسنات هاهنا هي الصلوات الخمس .

4) وقال مجاهد : الحسنات قول الرجل سبحان الله ، والحمد لله ، ولا إله إلاّ الله ، والله أكبر . قال ابن عطية : وهذا على جهة المثال في الحسنات ، والذي يظهر أن اللفظ عام في الحسنات خاص في السيئات؛ لقوله صلى الله عليه وسلم : " ما اجتنبت الكبائر " .

5) قلت : سبب النزول يعضد قول الجمهور؛ روي " عن أبي اليَسَر قال : أتتني امرأة تبتاع تمراً فقلت : إن في البيت تمراً أطيب من هذا ، فَدَخَلَتْ مَعِى في البيت فأهويتُ إليها فقبلتُها ، فأتيتُ أبا بكر فذكرت ذلك له فقال : استر على نفسك وتب ولا تخبر أحداً فلم أصبر ، فأتيت عمر فذكرت ذلك له فقال : استر على نفسك وتُبْ ولا تخبر أحداً فلم أصبر ، فأتيت رسول الله صلى الله عليه وسلم فذكرت ذلك له فقال : أَخْلَفْتَ غازياً في سبيل الله في أهله بمثل هذا "؟ حتى تمنى أنه لم يكن أسلم (selamat) إلا تلك الساعة ، حتى ظن أنه من أهل النار . قال : وأطرق رسول الله صلى الله عليه وسلم حتى أوحى الله إليه { أَقِمِ الصلاة طَرَفَىِ النهار وَزُلَفاً مِّنَ اليل إِنَّ الحسنات يُذْهِبْنَ السيئات ذلك ذكرى لِلذَّاكِرِينَ } . قال أبو اليَسَر : فأتيتُه فقرأها عليَّ رسولُ الله صلى الله عليه وسلم فقال أصحابُه : يا رسول الله ألِهذا خاصة أم للناس عامة؟ فقال : «بل للناس عامة " .

6) قوله تعالى : { ذلك ذكرى لِلذَّاكِرِينَ } (Itulah peringatan bagi orang-orang yang ingat) أي القرآن موعظة وتوبة لمن اتعظ وتذكر؛ وخص الذاكرين بالذكر لأنهم المنتفعون بالذكرى .

KESIMPULAN :

1- Amal kebajikan menghapuskan dosa amal keburukan.

2- Amal kebajikan yang terutama adalah shalat 5 waktu.

3- Dosa yang dihapus oleh amal kebajikan adalah dosa kecil.

4- Mukadimah zina adalah dosa kecil sedangkan zina adalah dosa besar.

5- Al Qur'an adalah peringatan yang paling utama bagi para ahli dzikir.



PESAN KHATIB :

Jangan lakukan mukadimah zina dengan alasan bahwa semua itu adalah dosa kecil, karena telah dikatakan bahwa melakukan dosa kecil maka dia akan terseret ke dalam dosa besar.



******