Minggu, 29 November 2009

Hadits ttg puasa Tarwiah dha'if (lemah)

المصدر : المكتبة الشاملة
مصدر البحث : كتب الألبانى
كلمة البحث : التروية

مختصر إرواء الغليل - (1 / 184)
956 - ( ضعيف )
حديث صوم يوم التروية كفارة سنة الحديث رواه أبو الشيخ في الثواب وابن النجار عن ابن عباس مرفوعا
Hadits tentang puasa hari Tarwiah menghapuskan dosa setahun yang diriwayatkan oleh Abus Syaikh dalam bab pahala dan Ibnun Najjar dari Ibnu Abbas dengan derajat marfu' adalah dha'if (lemah).
*****


MENGHIDUPKAN LIMA MALAM HADITSNYA PALSU

المصدر : المكتبة الشاملة
مصدر البحث : كتب الألبانى
كلمة البحث : التروية

ضعيف الترغيب والترهيب - (1 / 168)
667 - ( موضوع )
وروي عن معاذ بن جبل رضي الله عنه قال قال رسول الله صلى الله عليه وسلم من أحيا الليالي الخمس وجبت له الجنة ليلة التروية وليلة
عرفة وليلة النحر وليلة الفطر وليلة النصف من شعبان

Diriwayatkan dari Mu’adz bin Jabal RA. Ia berkata, “Rasulullah SAW. Berssabda, “Barangsiapa menghidupkan malam-malam yang lima maka wajib baginya surga : Malam tarwiah, malam Arafah, malam Nahr, Malam Idul Fitri dan malam nishfu Sya’ban”.
*****

Khutbah Idul Adhha 1430 hijriah

بسم الله الرحمن الرحيم
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الله أكبر 9 *
ولله الحمد
الحمد لله الذى جعل الأعياد موسم الخيرات . وجعل لنا مافى الأرض للعمارة وزرع الحسنات.
أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له. خالقُ الأرض والسماوات.وأشهدأن سيدنامحمدا عبده ورسوله. الداعى إلى دينه تعالى بأوضح البينات.
اللهم صل وسلم وبارك على سيد الكائنات. نبينا محمد وعلى آله وصحبه وتابعيه المجتهدين لنُصرة الدين وإزالة المنكرات.
أما بعد : فيا أيها المسلمون والمسلمات رحمكم الله،أوصيكم ونفسى بتقوى الله، فقد فاز من اتقاه،فاتقوا الله حق تقاته،ولا تموتن إلا وأنتم فى حَيِّزٍٍِ مِنْ تقواه، قال الله عز من قائل فى كتابه العزيز،أعوذ بالله من الشيطان الرجيم: وَمَن يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَل لَّهُ مَخْرَجاً (الطلاق : 2) وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لاَ يَحْتَسِبُ (الطلاق : 3) وَمَن يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَل لَّهُ مِنْ أَمْرِهِ يُسْراً (الطلاق : 4) وَمَن يَتَّقِ اللَّهَ يُكَفِّرْ عَنْهُ سَيِّئَاتِهِ وَيُعْظِمْ لَهُ أَجْراً (الطلاق : 5)



الله أكبر 3*ولله الحمد
Kaum muslimin dan muslimat rahimakumullah.
Pada kesempatan yang sangat berbahagia ini marilah kita perkokoh niat untuk meningkatkan keimanan hingga tingkat taqwa. Karena hanya dengan iman dan taqwa kita hidup bahagia di dunia sampai di akhirat. Berikut firman-firman Allah swt satu-satunya referensi kaum muslimin tentang segala hal,
وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَى آَمَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكَاتٍ مِنَ السَّمَاءِ وَاْلأَرْضِ وَلَكِنْ كَذَّبُوا فَأَخَذْنَاهُمْ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ (الأعراف : 96) .
“Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya”.
“Berkah dari langit dan bumi” adalah untuk kepentingan hidup di dunia.
Dengan iman dan taqwa kita hidup bahagia di akhirat. Sebagaimana firman Allah swt,
إِنَّ الْمُتَّقِينَ فِي جَنَّاتٍ وَعُيُونٍ (الحجر : 45 والذاريات : 15) .
“Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa itu berada dalam surga (taman-taman) dan (di dekat) mata air-mata air (yang mengalir)”.
Tetapi amal-nyata adalah kelengkapan ketaqwaan. Mengaku beriman, tetapi tidak wujud nyatanya berupa amal, sama dengan tidak beriman.
الله أكبر 3*ولله الحمد
Kaum muslimin wal muslimat rahimakumullah.
Kini kita berada di bulan Dzulhijjah 1430 hijriah. Salah satu dari 4 bulan haram, di mana di dalam bulan Rajab, Dzulqa’dah, Dzulhijjah dan Muharram diharamkan berperang sekalipun pengharaman perang itu telah dihapus oleh Allah setelah Islam kuat [1]). Namun diharamkan artinya dimuliakan. Dzulhijjah ini adalah bulan mulia. Dan di bulan haram semua kaum muslimin dilarang oleh Allah menganiaya diri mereka sendiri dengan melakukan berbagai macam dosa dan kemaksiatan kepada Allah [2]), karena semua itu akan mengundang kemurkaan Allah swt. Namun kenyataannya, di negeri kita saja terlalu banyak orang menganiaya diri mereka sendiri, baik dari kalangan pemuda maupun orang dewasa, kalangan pejabat, anggota dewan dan artis maupun orang biasa, kaum pria maupun kaum wanita, orang terpelajar maupun orang awam, pelajar sekolah menengah pertama, atas, maupun mahasiswa, mahasiswa calon profesional, calon pejabat pemerintahan bahkan calon guru, mereka yang ada di pusat ibukota maupun di daerah. Dosa-dosa yang mereka lakukan juga sangat bervariasi, dari dosa kecil sampai dosa besar bahkan yang tidak pernah kita bayangkan bisa terjadi dan telah banyak menjadi kenyataan dan banyak kasus kejadiannya. Tawuran, minuman keras, narkoba, durhaka kepada guru bahkan orang tua, pembunuhan biasa sampai dibarengi dengan mutilasi, bunuh diri, perampokan, penipuan, pembiusan, pemerkosaan, perzinahan, aborsi, kesyirikan dan lain sebagainya. Kalau sudah demikian dan sudah tidak bisa diarahkan kepada yang baik atau sudah tidak ada yang bertanggungjawab, maka tunggu saja murka Allah swt.
الله أكبر 3*ولله الحمد
Kaum muslimin dan muslimat rahimakumullah.
Semestinya, mulai bulan haram Dzulhijjah ini, kaum muslimin mengambil ibrah untuk diamalkan, untuk memperbaiki keadaan, menjauhkan diri, keluarga, bangsa dan negara ini dari murka Allah swt. Supaya negeri ini penuh berkah Allah swt dari langit dan dari bumi. Hujan dari langit tidak menjadi mara bahaya akan tetapi menjadi faktor penyubur tanah sehingga menghasilkan kemakmuran. Bulan Dzulhijjah adalah bulan sarat dengan syi’ar Islam yang harus kita kibarkan tinggi-tinggi, agar kita memiliki izzah dan orang lain mengakui kehebatan Islam agama yang asli dari Allah Rabb semua makhluk. Di antara syi’ar-syi’ar itu adalah ibadah haji dengan semua rentetannya, shalat ied, puasa tarwiah dan Arafah, talbiah, menyembelih kurban dan bertakbir.
الله أكبر 3*ولله الحمد
Kaum muslimin dan muslimat rahimakumullah.
Di antara ibrah tersebut adalah bagaimana kehidupan keluarga Nabi Ibrahim alaihissalam. Bapak, ibu dan anak telah memainkan peran yang murni agamis yang sangat menakjubkan. Dalam kehidupan mereka ditunjukkan ketaatan seorang bapak kepada Allah swt sekalipun amat sangat berat ujian dari-Nya swt, menyembelih anak semata wayang kesayangannya. Ketaatan seorang anak kepada ayahnya karena ayahnya menjalankan perintah Allah swt. Dia siap sekalipun harus mati lillah di tangan ayahnya sendiri yang ia cintai dan mencintainya. Karena cinta keduanya kepada Allah swt lebih besar daripada cinta keduanya kepada selain-Nya termasuk diri mereka sendiri jika lillah. Allah swt menguji mereka hanya lewat mimpi. Akan tetapi tentang mimpi dalam sebuah atsar disebutkan,
رُؤْيَا الْأَنْبِيَاءِ وَحْيٌ . (رواه البخارى والترمذى والبيهقى)
“Mimpi para nabi adalah wahyu”. (Diriwayatkan oleh Al Bukhari dari Ubaid bin Umair. Juga oleh At-Tirmidzi dan Al Baihaqi. Juga ada riwayat dari Ibnu Abbas).
Simaklah dialog dua orang hamba Allah yang terkait hubungan ayah dan anak yang telah diabadikan oleh Allah untuk semua kaum muslimin, untuk dijadikan ibrah dan tolok ukur ketaatan kita kepada Allah,
رَبِّ هَبْ لِي مِنَ الصَّالِحِينَ . فَبَشَّرْنَاهُ بِغُلاَمٍ حَلِيمٍ . فَلَمَّا بَلَغَ مَعَهُ السَّعْيَ قَالَ يَا بُنَيَّ إِنِّي أَرَى فِي الْمَنَامِ أَنِّي أَذْبَحُكَ فَانْظُرْ مَاذَا تَرَى قَالَ يَا أَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُ سَتَجِدُنِي إِنْ شَاءَ اللهُ مِنَ الصَّابِرِينَ . فَلَمَّا أَسْلَمَا وَتَلَّهُ لِلْجَبِينِ . وَنَادَيْنَاهُ أَنْ يَا إِبْرَاهِيمُ . قَدْ صَدَّقْتَ الرُّؤْيَا إِنَّا كَذَلِكَ نَجْزِي الْمُحْسِنِينَ . إِنَّ هَذَا لَهُوَ الْبَلاَءُ الْمُبِينُ . وَفَدَيْنَاهُ بِذِبْحٍ عَظِيمٍ . وَتَرَكْنَا عَلَيْهِ فِي اْلآَخِرِينَ . سَلَامٌ عَلَى إِبْرَاهِيمَ . كَذَلِكَ نَجْزِي الْمُحْسِنِينَ . إِنَّهُ مِنْ عِبَادِنَا الْمُؤْمِنِينَ (الصافات : 100-111) .
“Ya Tuhanku, anugrahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang-orang yang saleh”. Maka Kami beri dia khabar gembira dengan seorang anak yang amat sabar. Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: "Hai anakku, sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!". Ia menjawab: "Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar". Tatkala keduanya telah berserah diri dan Ibrahim membaringkan anaknya atas pelipis(nya), (nyatalah kesabaran keduanya ), dan Kami panggillah dia: "Hai Ibrahim, sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu. Sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata. Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar. Kami abadikan untuk Ibrahim itu (pujian yang baik) di kalangan orang-orang yang datang Kemudian, (yaitu) "Kesejahteraan dilimpahkan atas Ibrahim". Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. Sesungguhnya ia termasuk hamba-hamba Kami yang beriman”.
الله أكبر 3*ولله الحمد
Kaum muslimin dan muslimat rahimakumullah.
Taat sepenuhnya kepada Allah, balasannya sangat besar, baik ketika di dunia maupun di akhirat. Namun sangat jauh beda kondisi kehidupan umat dan bangsa sekarang ini jika ditinjau dari nuansa religiusitas dibandingkan dengan kehidupan di dalam keluarga Ibrahim. Keluarga Ibrahim menuju kepada Allah, namum keluarga-keluarga di zaman sekarang melejit menuju kehidupan duniawi dengan menghalalkan segala cara untuk mendapatkan harta : riba, syubhat, curang, menipu, merampas, korupsi, penggelapan, monopoli, merampok, mencuri dan lain sebagainya.
Sehingga musibahlah yang semakin bertambah-tambah, sedangkan berkah dari Allah nyaris tiada.
Hukum-hukum Allah swt sudah tidak diamalkan dalam kehidupan, namun hukum-hukum dan aturan-aturan dari hawa-nafsu manusia yang menjadi landasan kehidupan bagi yang mau. Sehingga akibat terbesar yang terjadi sekarang ini adalah krisis global. Yang ditunjukkan kegagalan total sistim kapitalis Barat sekarang ini yang menyusul kegagalan sistim komunis di timur.
Kenapa semua itu terjadi ? Karena jelas beda antara syari’at buatan Allah dan syari’at buatan manusia. Mari kita simak ungkapan Dr Aidh Al Qarni berikut ini :
لأن شرع الله من أعلى ، وهى من أسفل . ولأن منهج الله من فوق وهى من تحت ، ولأن الرسالة من رب العالمين وهى من التراب والطين .
“Karena syari’at Allah dari tempat yang tinggi, sedangkan syari’at manusia dari yang rendah. Karena manhaj Allah dari atas, sedangkan syari’at manusia dari bawah. Karena risalah Islam dari Rabb alam semesta, sedangkan syari’at manusia dari debu dan tanah” [3].
Krisis yang terjadi kali ini berskala global dan multidimensional. Sehingga akibatnya yang paling mencolok adalah meningkatnya kriminalitas di berbagai tempat karena lonjakan paham materialisme praktis dan merosotnya dominasi ajaran agama.
الله أكبر 3*ولله الحمد
Kaum muslimin dan muslimat rahimakumullah.
Mari kita lihat data yang berkaitan dengan perekonomian global. Di dalam majalah Al Alamul Islami, edisi 2046 terbit : Senin, 3 Nopember 2008, halaman : 4 disebutkan bahwa pada bulan september yang baru lalu bank-bank perkreditan dan lembaga-lembaga keuangan internasional telah merugi hingga mencapai 104 triliun dolar. Sedangkan pasar modal internasional pada awal tahun 2008 ini telah merugi hingga 30% dari total nilai transaksi yang bernilai lebih dari 18 triliun dolar [4].
Akan tetapi dalam sumber yang sama sesuatu yang menakjubkan dan membanggakan, sekaligus menambah keimanan kita kepada Allah dan Islam jika kita bertahan pada petunjuknya, adalah apa yang diucapkan oleh DR. Ahmad Muhammad Ali, Ketua gabungan bank pembangunan Islam sedunia,
البنك الإسلامى لم يخسر ريالا واحدا من هذه الأزمة .
“Bank Islam tidak mengalami kerugian satu reyal pun karena krisis ini” [5].
Ini menunjukkan bahwa tatanan Islam yang telah dihimpun di dalam Al Qur’an dan As-Sunnah adalah mutlak kebenarannya, termasuk tatanan ekonominya. Terbukti tidak goyah sekalipun terjadi krisis keuangan global sekarang ini.
الله أكبر 3*ولله الحمد
Kaum muslimin dan muslimat rahimakumullah.
Kini kita sama-sama lihat kerusakan moral manusia, keterpurukan ekonomi internasional dan musibah yang seakan-akan tidak ada henti, tiada lain karena manusia bukan semakin dekat kepada Allah, akan tetapi semakin dekat kepada hawa-nafsu. Manusia bukan mencari baik menurut Allah, akan tetapi mengejar enak menurut hawa-nafsu. Mereka hanya dipusingkan oleh urusan duniwi namun tidak bersemangat mengisi rahani dan berbuat untuk akhirat. Sehingga yang terjadi adalah ketidak-seimbangan hidup individual, komunal maupun global. Muncul persaingan yang sangat keras dan tidak manusiawi.
Dengan apa yang disampaikan oleh khatib, mudah-mudahan kita mengetahui apa yang harus kita lakukan, baik untuk individu kita, untuk keluarga kita, untuk negara dan bangsa kita sebagai sumbangan kita kepada kehidupan global dan sebagai ibadah kita kepada Allah swt. Yang harus kita lakukan pada garis besarnya adalah : الرجوع إلى الله وإلى الرسول(Kembali kepada Allah dan kepada Rasul). Tidak mengamalkan syari’at hanya karena kepentingan duniawi, karena nafsu dan karena pandangan meterialsme. Tetapi kembali kepada Islam untuk kepentingan duniawi dan ukhrawi.
بارك الله لى ولكم فى القرآن العظيم ونفعنى وإياكم بما فيه من الآيات والذكر الحكيم وتقبل منى ومنكم تلاوته إنه هو الغفور الرحيم، وقل رب اغفر وارحم وأنت خير الراحمين

الخطبة الثانية

الله أكبر 7 *
ولله الحمد،الحمد لله الذى أمرنا بعبادته ونهانا عن معصيته.
أشهد أن لا إله إلا الله الملك الحق المبين . وأشهد أن سيدنا محمدا رسولَ الله الصادق الوعد الأمين وأصلى وأسلم على خير خلق الله محمد سيد الأنبياء والمرسلين ، وعلى آله وأصحابه أجمعين ، فيا أيها الناس اتقوا الله حق تقاته وكونوا من زمرة المؤمنين وجاهدوا فى سبيله حق جهاده تفوزوا مع الفائزين إن الله وملائكته يصلون على النبى يا أيها الذين آمنوا صلوا عليه وسلموا تسليما.
اللهم صل على سيدنا محمد وعلى آل سيدنا محمد، وسلم ورضى الله تعالى عن كل صحابة رسول الله أجمعين . الحمد لله رب العالمين .
1. اللهم اغفر للمؤمنين والمؤمنات والمسلمين والمسلمات الأحياء منهم والأموات إنك سميع قريب مجيب الدعوات .
2. اللهم اغفر لنا ولوالدينا ولإخواننا الذين سبقونا بالإيمان ولا تجعل فى قلوبنا غلا للذين آمنوا ربنا إنك رؤوف رحيم.
3. اللهم انصر سلطاننا سلطان المسلمين ونور قلوبهم وقو أجسامهم .
4. اللهم أهلك الكفرة والمبتدعة والمشركين ودمر أعداءك أعداءنا أعداء الدين .
5. اللهم انصر من نصر الدين واخذل من خذل المسلمين وأعل كلمتك إلى يوم الدين .
6. اللهم انصر المجاهدين فى كل مكان وفى كل زمان لأجل صلاح الإسلام والمسلمين
7. اللهم سهل أمورنا فى تربية أبنائنا ليكونوا صالحين ، عالمين و عاملين بدينك يا اللَّهُ رب العالمين .
8. اللهم أرنا الحق حقا وارزقنا اتباعه وأرنا الباطل باطلا وارزقنا اجتنابه.
9. ربنا هب لنا من أزواجنا وذرياتنا قرة أعين واجعلنا للمتقين إماما.
10. ربنا آتنا من لدنك رحمة وهيء لنا من أمرنا رشدا.
11. ربنا آتنا فى الدنيا حسنة، وفى الآخرة حسنة، وقنا عذاب النار .
12. والحمد لله رب العالمين
عباد الله ! إن الله يأمر بالعدل والإحسان وإيتاء ذى القربى وينهى عن الفحشاء والمنكر والبغى يعظكم لعلكم تذكرون فاذكروا الله العظيم يذكركم واشكروا على نعمه يزدكم واسألوا من فضله يعطكم ولذكر الله أكبر
والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته
[1]. Aisarut Tafasir, surah At-Taubah : 36.
[2] . Lihat tafsir surah At-Taubah ayat : 36.
[3] . Majalah Al Alamul Islami, edisi : 2048, 17 November 2008, halaman : 8.
[4] . Majalah Al Alamul Islami, edisi 2046, 3 Novermber 2008, halaman : 4.

[5] . Ibid, halaman : 4.

Senin, 26 Oktober 2009

MUSIBAH/BALA’
Isi :
1- MUSIBAH/BALA ITU PASTI :
2- WAKTU TERJADINYA :
3- MACAM-MACAMNYA :
4- FUNGSINYA (2) :
5- SIKAP MENGHADAPINYA :
6- BALASAN BAGI YANG SUKSES :

MUSIBAH/BALA ITU PASTI :

وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ..... (البقرة : 155)
وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ حَتَّى....( محمد : 31)
“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepada kalian…….
أَحَسِبَ النَّاسُ أَنْ يُتْرَكُوا أَنْ يَقُولُوا آمَنَّا وَهُمْ لاَ يُفْتَنُونَ (العنكبوت : 2)
“Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: "Kami telah beriman", sedang mereka tidak diuji lagi?


WAKTU TERJADINYA :

أَفَأَمِنَ أَهْلُ الْقُرَى أَنْ يَأْتِيَهُمْ بَأْسُنَا بَيَاتًا وَهُمْ نَائِمُونَ . أَوَأَمِنَ أَهْلُ الْقُرَى أَنْ يَأْتِيَهُمْ بَأْسُنَا ضُحًى وَهُمْ يَلْعَبُونَ (الأعراف :-9798)
Maka apakah penduduk negeri-negeri itu merasa aman dari kedatangan siksaan Kami kepada mereka di malam hari di waktu mereka sedang tidur?
Atau apakah penduduk negeri-negeri itu merasa aman dari kedatangan siksaan Kami kepada mereka di waktu matahari sepenggalahan naik ketika mereka sedang bermain ?


MACAM-MACAMNYA :

....مِنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِنَ اْلأَمْوَالِ وَالأَنْفُسِ وَالثَّمَرَاتِ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ (البقرة : 155)
….dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar”.
1- Rasa ketakutan.
2- Kelaparan.
3- Kekurangan harta.
4- Kematian.
5- Kekurangan buah-buahan.


FUNGSINYA (2) :

....حَتَّى نَعْلَمَ الْمُجَاهِدِينَ مِنْكُمْ وَالصَّابِرِينَ وَنَبْلُوَ أَخْبَارَكُمْ (محمد : 31)
“….agar Kami mengetahui orang-orang yang berjihad dan bersabar di antara kamu, dan agar Kami menyatakan (baik buruknya) hal ihwalmu”.
....وَلَكِنْ كَذَّبُوا فَأَخَذْنَاهُمْ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ (الأعراف : 96)
“….tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya”.
وَلَقَدْ فَتَنَّا الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ فَلَيَعْلَمَنَّ اللهُ الَّذِينَ صَدَقُوا وَلَيَعْلَمَنَّ الْكَاذِبِينَ (العنكبوت : 3)
“Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta”.


SIKAP MENGHADAPINYA :

الَّذِينَ إِذَا أَصَابَتْهُمْ مُصِيبَةٌ قَالُوا إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ (البقرة : 156)
“(yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: "Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji'uun”.
أَفَأَمِنُوا مَكْرَ اللهِ فَلاَ يَأْمَنُ مَكْرَ اللهِ إِلاَّ الْقَوْمُ الْخَاسِرُونَ (الأعراف : 99)
Maka apakah mereka merasa aman dari azab Allah (yang tidak terduga-duga)? Tiada yang merasa aman dari azab Allah kecuali orang-orang yang merugi”.
السلسلة الصحيحة - مختصرة – (الشيخ الألبانى)(1 / 530)
265 - ( صحيح )
[ كان إذا رأى ما يحب ؛ قال : الحمدلله الذي بنعمته تتم الصالحات وإذا رأى ما يكرهه ؛ قال : الحمد لله على كل حال ]


BALASAN BAGI YANG SUKSES :

أُولَئِكَ عَلَيْهِمْ صَلَوَاتٌ مِنْ رَبِّهِمْ وَرَحْمَةٌ وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُهْتَدُونَ (البقرة : 157)
“Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk”.
وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَى آمَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكَاتٍ مِنَ السَّمَاءِ وَالأَرْضِ (الأعراف : 96)
“Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi…”.

*****

Kamis, 17 September 2009

KHUTBAH IDUL FITRI 1430 H

DAWAMKAN PELAJARAN RAMADHAN
(KHUTBAH IDUL FITRI 1430 H)
الله أكبر، الله أكبر، الله أكبر / الله أكبر، الله أكبر، الله أكبر / الله أكبر، الله أكبر، الله أكبر / لا إله إلا الله والله أكبر / الله أكبر ولله الحمد .
إِنَّ اْلحَمْدَ ِللهِ ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ . وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا ، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ ،أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شرَيِْكَ لَهُ ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.
(يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلا تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ) (آل عمران:102)
(يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللهَ وَقُولُوا قَوْلاً سَدِيداً ، يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزاً عَظِيماً) (الأحزاب:70 - 71)
أَلاَ وَإِنَّ أَصْدَقَ اْلكَلاَمِ كَلاَمُ اللهِ تَعَالىَ وَخَيْرَ اْلهُدَي هُدَي مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَشَرَّ اْلأُمُوْرِ مُحْدَثَاتُهَا وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ وَكُلَّ ضَلاَلَةٍ فيِ النَارِ ، أما بعد :
Kaum muslimin jamaah shalat ied rahimakumullah.
Marilah kita tingkatkan ketaqwaan kepada Allah untuk meraih ridha-Nya di dunia dan di akhirat. Hanya dengan taqwa kepada Allah ridha-Nya dapat dicapai. Maka mari dawamkan pelajaran dari ibadah Ramadhan.
Seorang muslim yang membaik iman dan taqwanya adalah yang selalu merindukan Ramadhan dan merasa belum seberapa melakukan ibadah ketika Ramadhan meninggalkannya. Sebaliknya, kita maklumi jika anak-anak menghitung hari menunggu lebaran 1 syawwal dan berharap kiranya Ramadhan segera berakhir, karena selama berpuasa yang dia rasakan sangat berat kesenangan lahirlah yang dia bayangkan. Namun sulit memaklumi sikap demikian jika muncul dari orang yang tergolong dewasa.
Orang dewasa terapi Ramadhan menjadi hal yang memberatkan dirinya, apakah karena lonjakan kebutuhan yang dibarengi dengan lonjakan harga-harga, atau karena ibadah puasa itu dirasakan sangat berat. Sehingga tidak ada nilai latihan taat kepada Allah, namun rasa berat yang dirasakan. Jika demikian kepribadiannya dalam berpuasa, maka sudah barang tentu dia tidak mendapatkan manfaat dan pelajaran penting dari puasanya. Ibadah-ibadah seperti puasa, shalat tarawih, shalat witir, zakat fitrah, I’tikaf, tilawah Al Qur’an, mendengar kultum, memberikan kultum, memberikan ifthar, infaq sunnah, zikir dan lain-lain sangat sedikit dilakukan kalau tidak dikatakan tidak ia lakukan karena berat sekali baginya.
الله أكبر، الله أكبر، الله أكبر ، ولله الحمد .
Kaum muslimin jamaah shalat ied rahimakumullah.
Marilah kita cerahkan hati dengan berbagai ibadah di bulan Ramadhan kemarin ini. Marilah kita koreksi dan evaluasi setingan hati kita, apakah sudah bisa tawajjuh kepada Allah dan lebih cinta kepada Rasul-Nya atau justru tertutup oleh kesenangan duniawi. Sehingga lebaran menjadi saat yang mana semangat ibadah turun dan kembali kepada semangat materialistis. Lebaran menjadi saat kemerdekaan dari ibadah puasa yang sangat berat. Lebaran saat untuk tampil dan berlomba yang bersifat materialistis dan glamor. Perasaan kapok berpuasa menguat sehingga puasa 6 hari syawwal tidak pernah terpikirkan untuk dilakukan, karena puasa Ramadhan saja bagi orang dewasa satu ini masih seperti apa yang dirasakan oleh anak-anak, sehingga tidak dilakukan alias tidak berpuasa Ramadhan tanpa udzur syar’i. Na’udzu billahi min zhalik.
Mari kita ukur seberapa sebenarnya peningkatan kwalitas berbagai ibadah kita setelah ditempa dan ditambah dayanya selama bulan Ramadhan. Na’udzu billah jika tidak ada peningkatan, stagnan, bahkan mungkin berkurang.
Oleh karena itu mulai saat ini kita warga masjid ini harus meningkatkan semangat ibadahnya, semangat thalabul ‘ilminya, semangat ukhuwwahnya dan lain-lain sehingga diharapkan dengan pertambahan warga jamaahnya meningkat pula ketaqwaan yang tercermin dalam kehidupan sehari-hari. Bukan meningkat jumlah warganya namun meningkat pula jumlah pemudanya yang tidak tahu orientasi kehidupan, menjadi layaknya pemuda yang suka latah dan ikut-ikutan dengan pemborosan waktu, tenaga bahkan biaya. Bukan meningkat jumlah warganya namun meningkat pula jumlah pemuda dan orang tua yang suka mabuk-mabukan, judi, berkhalwat dengan lain jenis bukan mahram, melakukan perkara-perkara yang tidak penting, asing dengan masjid yang sesungguhnya adalah rumah Allah, yang sering dengan alasan hak asasi karena tidak tahu beda antara hak asasi dan egoistis.
الله أكبر، الله أكبر، الله أكبر ، ولله الحمد .
Kaum muslimin jamaah shalat ied rahimakumullah.
Setelah kau, muslimin berlatih dengan puasa Ramadhan, maka cintailah ibadah puasa itu dengan melakukan puasa sunnah 6 hari di bulan syawwal, puasa senin kamis, puasa ayyamul bidh, puasa arafah, puasa asyura dan lain-lain. Setelah kaum muslimin berlatih banyak shalat cintailah ibadah shalat dengan melakukan shalat nawafil qabliah dan ba’diah, shalat tahiyyatul masjid, shalat syukrul wudhu’, shalat tahajjud, shalat witir, shalat gerhana, shalat dhuha dan lain-lain. Setelah kaum muslimin berlatih berinfaq dengan memberi ifthar atau zakat fitrah maka cintailah ibadah maliah (ibadah harta) dengan melakukannya di waktu-waktu yang lain di luar bulan Ramadhan. Setelah kaum muslimin berlatih beribadah berupa banyak tilawah, maka cintailah ibadah tilawatul qur’an dengan rutin membacanya dengan target khatam dalam waktu 1 atau 2 atau 3 bulan.
Pandangan yang salah : Shalat tarawih harus berjamaah di masjid untuk kaum pria, tetapi ketika shalat fardhu di luar bulan Ramadhan tidak pernah dilakukan di masjid. Membaca Al Qur’an banyak dilakukan di bulan Ramadhan, tapi di liar bulan Ramadhan tidak pernah membaca Al Qur’an. Di bulan Ramadhan mestinya meningkat kwalitas dan kwantitas ibadahnya sehingga masjid menjadi makmur siang dan malam, tetapi justeru meningkat belanjanya sehingga masjid menjadi sepi dan pasar tempat syetan Zalambur menjadi padat dan ramai.
الله أكبر، الله أكبر، الله أكبر ، ولله الحمد .
Kaum muslimin jamaah shalat ied rahimakumullah.
Na’udzu billah bila di tengah masyarakat muslim di sini masih ada orang remaja atau dewasa tidak punya Al Qur’an, tidak bisa membaca Al Qur’an, adzan masih harus dilakukan orang tua atau lanjut usia, suka keluyuran dan tidak peduli dengan apa yang namanya ibadah, hanya urusan perut dan tidak mikir urusan hati dan jiwa, hanya kesenangan kemauan dan hawa-nafsu tidak pernah terbersit kepuasa karena suatu ibadah atau prestasi yang ia harus raih.
Semua ini evaluasi dan koreksi, yang harus selalu disikapi secara dewasa bukan dengan perasaan tersinggung. Harus dikaji dan dipikirkan bagaimana pendidikan generasi kita, apakah hanya berorientasi bisa makan dan hidup tanpa kerohanian yang baik ? Kita harus yakin bahwa dengan mengevaluasi diri dan keluarga kita masing-masing, kebaikan dalam arti yang seluas-luasnya akan menjadi hak-milik kita. Kepada Allah kita memohon pertolongan. Amin ya Rabbal alamien.

بارك الله لى ولكم فى القرآن العظيم ، ونفعنى وإياكم بما فيه من الآيات والذكر الحكيم ، وتقبل منى ومنكم تلاوته إنه هو الغفور الرحيم ، وقل رب اغفر وأرحم وأنت خير الراحمين .
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلىَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَيْتَ عَلىَ إِبْرَاهِيْمَ وَعَلىَ آلِ إِبْراَهِيْمَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ ، وَبَارِكْ عَلىَ مُحَمَّدٍ وَعلَىَ آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلىَ إِبْرَاهِيْمَ وَعَلىَ آلِ إِبْرَاهِيْمَ إِنَّكَ حَمِيْد ٌمَجِيْدٌ ، وَارْضَ اَللَّهُمَّ عَنِ الصَحَابَةِ أَجْمَعِيْنَ وَعَنِ التَابِعِيْنَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إَلَى يَوْمِ الدِيْنِ .
اَللَّهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَدَمِّرْ أَعْدَاءَك َأَعْدَاءَ الدِيْنِ .
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَاْلمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ َاْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ بِرَحْمَتِكَ ياَ أَرْحَمَ الرَاحِمِيْنَ .
اللهم اغفر لنا ولإخواننا الذين سبقونا بالإيمان ولا تجعل فى قلوبنا غلا للذين آمنوا ربنا إنك رؤوف رحيم .
اَلَّلهُمَّ أَعِنَّا عَلىَ ذِكْرِكَ وَ شُكْرِكَ وَ حُسْنِ عِبَادَتِكَ .
اَللَّهُمَّ تَقَبَّلْ مِنَّا صِيَامَنَا وَ قِيَامَنَا وَ قِرَاءَتَنَا وتلاوتنا وَزَكَاتَنَا وَعِبَادَاتِنَا كُلَّهاَ اَللَّهُمَّ تَقَبَّلْ يَا كَرِيْمُ . وَ تُبْ عَلَيْنَا إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمُ .
رَبَّنَا آتِنَا فيِ الدُنْيَا حَسَنَةً وَ فِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَ قَنَا عَذاَبَ النَارِ .
رَبَّنَا اصْرِفْ عَنَّا عَذَابَ جَهَنَّمَ إِنَّ عَذَابَهَا كَانَ غَرَامًا .
سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ اْلعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ وَسَلاَمٌ عَلَى اْلمُرْسَلِيْنَ وَاْلحَمْدُ ِللهِ رَبِّ اْلعَالَمِيْنَ .
والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته .

IBADAH PENAMBAL IBADAH LAIN

(28 RAmAdHAn 1430/18 Sept 2009)

DENISI ZAKAT & ZAKAT FITRAH
تعريف الزكاة : اسم لما يخرجه الإنسان من حق الله تعالى إلى الفقراء .
تعريف زكاة الفطر : الزكاة التى تجب بالفطر من رمضان .

SALAT FARDHU DITAMBAL DENGAN SALAH NAWAFIL
و يكثر مع ذلك من النوافل و لا سيما الرواتب لجبر النقص الذي يصيب صلاة المرء كَمًّا و كَيْفًا لقوله صلى الله عليه وسلم : "أول ما يحاسب به العبد صلاته ، فإن كان أكملها ، وإلا قال الله عز وجل : انظروا هل لعبدي من تطوع ؟ فإن وُجد له تطوعٌ ، قال : أكملوا به الفريضة" . أخرجه أبو داود و النسائي و الحاكم و صححه ، و وافقه الذهبي ، و هو مخرج في "صحيح أبي داود" رقم (810 - 812 ) .

SYARAT PUASA YG SEMPURNA
مختصر إرواء الغليل - (1 / 177)
918 - ( صحيح )
حديث أبي هريرة مرفوعا : إذا كان يوم صوم أحدكم فلا يرفث ولا يصخب فإن شاتمه أحد أو قاتله فليقل إني امرؤ صائم . (متفق عليه) .

BUKTI PUASA TIDAK SEMPURNA
صحيح الترغيب والترهيب - (1 / 262)
1083 - ( حسن صحيح )
وعنه رضي الله عنه قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : رب صائم ليس له من صيامه إلا الجوع ورب قائم ليس له من قيامه إلا السهر . (رواه ابن ماجه واللفظ له والنسائي وابن خزيمة في صحيحه
والحاكم وقال صحيح على شرط البخاري )

ZAKAT FITRAH PENAMBAL KURANG DALAM IBADAH PUASA
صحيح الترغيب والترهيب - (1 / 263)
1085 - ( حسن )
عن ابن عباس رضي الله عنهما قال فرض رسول الله صلى الله عليه وسلم صدقة الفطر طهرة للصائم من اللغو والرفث وطعمة للمساكين فمن أداها قبل الصلاة فهي زكاة مقبولة ومن أداها بعد الصلاة فهي صدقة من الصدقة . (رواه أبو داود وابن ماجه والحاكم وقال صحيح على شرط البخاري ) .

CARA MENGELUARKAN SHADAQAH
لَيْسَ الْبِرَّ أَنْ تُوَلُّوا وُجُوهَكُمْ قِبَلَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ وَلَكِنَّ الْبِرَّ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَالْمَلَائِكَةِ وَالْكِتَابِ وَالنَّبِيِّينَ وَآتَى الْمَالَ عَلَى حُبِّهِ ذَوِي الْقُرْبَى وَالْيَتَامَى وَالْمَسَاكِينَ وَابْنَ السَّبِيلِ وَالسَّائِلِينَ وَفِي الرِّقَابِ وَأَقَامَ الصَّلَاةَ وَآتَى الزَّكَاةَ وَالْمُوفُونَ بِعَهْدِهِمْ إِذَا عَاهَدُوا وَالصَّابِرِينَ فِي الْبَأْسَاءِ وَالضَّرَّاءِ وَحِينَ الْبَأْسِ أُولَئِكَ الَّذِينَ صَدَقُوا وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُتَّقُونَ (البقرة : 177)
Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi Sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari Kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta; dan (memerdekakan) hamba sahaya, mendirikan shalat, dan menunaikan zakat; dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. mereka Itulah orang-orang yang benar (imannya); dan mereka Itulah orang-orang yang bertakwa.

وقوله: { ذَوِي الْقُرْبَى } وهم: قرابات الرجل، وهم أولى مَنْ أُعْطِىَ من الصدقة . (تفسير ابن كثير)

CARA MENGELUARKAN ZAKAT
DAN FUNGSI AMIL
إِنَّمَا الصَّدَقَاتُ لِلْفُقَرَاءِ وَالْمَسَاكِينِ وَالْعَامِلِينَ عَلَيْهَا وَالْمُؤَلَّفَةِ قُلُوبُهُمْ وَفِي الرِّقَابِ وَالْغَارِمِينَ وَفِي سَبِيلِ اللَّهِ وَابْنِ السَّبِيلِ فَرِيضَةً مِنَ اللَّهِ وَاللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ (التوبة : 60)
Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, para mu'allaf yang dibujuk hatinya, untuk (memerdekakan) budak, orang-orang yang berhutang, untuk jalan Allah dan untuk mereka yuang sedang dalam perjalanan, sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan Allah, dan Allah Maha mengetahui lagi Maha Bijaksana.

خُذْ مِنْ أَمْوَالِهِمْ صَدَقَةً تُطَهِّرُهُمْ وَتُزَكِّيهِمْ بِهَا وَصَلِّ عَلَيْهِمْ إِنَّ صَلَاتَكَ سَكَنٌ لَهُمْ وَاللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ (التوبة : 103)
Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka dan mendoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. dan Allah Maha mendengar lagi Maha Mengetahui.

*****

Rabu, 09 September 2009

PUASA SYAR'I DAN PUASA BIDA'I

Amalan yang bagaimana yang Anda pilih : yang diizinkan oleh Allah atau diridhai oleh Allah ?
Jika yang ke 2 yang Anda pilih maka dalam berpuasa misalnya, Anda masuk لعلكم تتقون (kiranya kalian menjadi orang-orang bertaqwa), tapi jika yang ke 1 yang Anda pilih maka dalam hal berpuasa Anda termasuk لعلكم ندوكون (kiranya kalian bakal jadi dukun).
Puasa syar'i, baik yang wajib atau yang sunnah : Menahan segala yang membatalkan puasa dari terbit fajar hingga terbenam matahari dengan niat/sengaja (Fiqih Sunnah, Syaikh Sayyid Sabiq). Jika tidak demikian maka semuanya adalah puasa bida'i (bid'ah).
Dengan puasa bid'ah apapun yang diinginkan akan diizinkan oleh Allah, sedangkan dengan puasa syar'i ketaqwaan bagi pelakunya akan diridhai oleh Allah.
Diizinkan belum tentu diridhai, tetapi diridhai lebih baik daripada cuma diizinkan. Orang ingin jadi pencopet yang licin dengan menjalani puasa, maka dia akan menjadi copet yang licin, artinya keinginannya diizinkan, tapi perbuatan mencopet sekalipun diizinkan tetapi tidak diridhai alias tetap dosa.
Tentukan jenis semua amal-kebaikan Anda yang Anda pilih, jangan salah pilih karena asal menjadi hebat dalam pandangan manusia.
semoga menjadi pengingat untuk kita semua. Amin.