Senin, 26 Oktober 2009

MUSIBAH/BALA’
Isi :
1- MUSIBAH/BALA ITU PASTI :
2- WAKTU TERJADINYA :
3- MACAM-MACAMNYA :
4- FUNGSINYA (2) :
5- SIKAP MENGHADAPINYA :
6- BALASAN BAGI YANG SUKSES :

MUSIBAH/BALA ITU PASTI :

وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ..... (البقرة : 155)
وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ حَتَّى....( محمد : 31)
“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepada kalian…….
أَحَسِبَ النَّاسُ أَنْ يُتْرَكُوا أَنْ يَقُولُوا آمَنَّا وَهُمْ لاَ يُفْتَنُونَ (العنكبوت : 2)
“Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: "Kami telah beriman", sedang mereka tidak diuji lagi?


WAKTU TERJADINYA :

أَفَأَمِنَ أَهْلُ الْقُرَى أَنْ يَأْتِيَهُمْ بَأْسُنَا بَيَاتًا وَهُمْ نَائِمُونَ . أَوَأَمِنَ أَهْلُ الْقُرَى أَنْ يَأْتِيَهُمْ بَأْسُنَا ضُحًى وَهُمْ يَلْعَبُونَ (الأعراف :-9798)
Maka apakah penduduk negeri-negeri itu merasa aman dari kedatangan siksaan Kami kepada mereka di malam hari di waktu mereka sedang tidur?
Atau apakah penduduk negeri-negeri itu merasa aman dari kedatangan siksaan Kami kepada mereka di waktu matahari sepenggalahan naik ketika mereka sedang bermain ?


MACAM-MACAMNYA :

....مِنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِنَ اْلأَمْوَالِ وَالأَنْفُسِ وَالثَّمَرَاتِ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ (البقرة : 155)
….dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar”.
1- Rasa ketakutan.
2- Kelaparan.
3- Kekurangan harta.
4- Kematian.
5- Kekurangan buah-buahan.


FUNGSINYA (2) :

....حَتَّى نَعْلَمَ الْمُجَاهِدِينَ مِنْكُمْ وَالصَّابِرِينَ وَنَبْلُوَ أَخْبَارَكُمْ (محمد : 31)
“….agar Kami mengetahui orang-orang yang berjihad dan bersabar di antara kamu, dan agar Kami menyatakan (baik buruknya) hal ihwalmu”.
....وَلَكِنْ كَذَّبُوا فَأَخَذْنَاهُمْ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ (الأعراف : 96)
“….tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya”.
وَلَقَدْ فَتَنَّا الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ فَلَيَعْلَمَنَّ اللهُ الَّذِينَ صَدَقُوا وَلَيَعْلَمَنَّ الْكَاذِبِينَ (العنكبوت : 3)
“Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta”.


SIKAP MENGHADAPINYA :

الَّذِينَ إِذَا أَصَابَتْهُمْ مُصِيبَةٌ قَالُوا إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ (البقرة : 156)
“(yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: "Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji'uun”.
أَفَأَمِنُوا مَكْرَ اللهِ فَلاَ يَأْمَنُ مَكْرَ اللهِ إِلاَّ الْقَوْمُ الْخَاسِرُونَ (الأعراف : 99)
Maka apakah mereka merasa aman dari azab Allah (yang tidak terduga-duga)? Tiada yang merasa aman dari azab Allah kecuali orang-orang yang merugi”.
السلسلة الصحيحة - مختصرة – (الشيخ الألبانى)(1 / 530)
265 - ( صحيح )
[ كان إذا رأى ما يحب ؛ قال : الحمدلله الذي بنعمته تتم الصالحات وإذا رأى ما يكرهه ؛ قال : الحمد لله على كل حال ]


BALASAN BAGI YANG SUKSES :

أُولَئِكَ عَلَيْهِمْ صَلَوَاتٌ مِنْ رَبِّهِمْ وَرَحْمَةٌ وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُهْتَدُونَ (البقرة : 157)
“Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk”.
وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَى آمَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكَاتٍ مِنَ السَّمَاءِ وَالأَرْضِ (الأعراف : 96)
“Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi…”.

*****

Kamis, 17 September 2009

KHUTBAH IDUL FITRI 1430 H

DAWAMKAN PELAJARAN RAMADHAN
(KHUTBAH IDUL FITRI 1430 H)
الله أكبر، الله أكبر، الله أكبر / الله أكبر، الله أكبر، الله أكبر / الله أكبر، الله أكبر، الله أكبر / لا إله إلا الله والله أكبر / الله أكبر ولله الحمد .
إِنَّ اْلحَمْدَ ِللهِ ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ . وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا ، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ ،أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شرَيِْكَ لَهُ ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.
(يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلا تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ) (آل عمران:102)
(يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللهَ وَقُولُوا قَوْلاً سَدِيداً ، يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزاً عَظِيماً) (الأحزاب:70 - 71)
أَلاَ وَإِنَّ أَصْدَقَ اْلكَلاَمِ كَلاَمُ اللهِ تَعَالىَ وَخَيْرَ اْلهُدَي هُدَي مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَشَرَّ اْلأُمُوْرِ مُحْدَثَاتُهَا وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ وَكُلَّ ضَلاَلَةٍ فيِ النَارِ ، أما بعد :
Kaum muslimin jamaah shalat ied rahimakumullah.
Marilah kita tingkatkan ketaqwaan kepada Allah untuk meraih ridha-Nya di dunia dan di akhirat. Hanya dengan taqwa kepada Allah ridha-Nya dapat dicapai. Maka mari dawamkan pelajaran dari ibadah Ramadhan.
Seorang muslim yang membaik iman dan taqwanya adalah yang selalu merindukan Ramadhan dan merasa belum seberapa melakukan ibadah ketika Ramadhan meninggalkannya. Sebaliknya, kita maklumi jika anak-anak menghitung hari menunggu lebaran 1 syawwal dan berharap kiranya Ramadhan segera berakhir, karena selama berpuasa yang dia rasakan sangat berat kesenangan lahirlah yang dia bayangkan. Namun sulit memaklumi sikap demikian jika muncul dari orang yang tergolong dewasa.
Orang dewasa terapi Ramadhan menjadi hal yang memberatkan dirinya, apakah karena lonjakan kebutuhan yang dibarengi dengan lonjakan harga-harga, atau karena ibadah puasa itu dirasakan sangat berat. Sehingga tidak ada nilai latihan taat kepada Allah, namun rasa berat yang dirasakan. Jika demikian kepribadiannya dalam berpuasa, maka sudah barang tentu dia tidak mendapatkan manfaat dan pelajaran penting dari puasanya. Ibadah-ibadah seperti puasa, shalat tarawih, shalat witir, zakat fitrah, I’tikaf, tilawah Al Qur’an, mendengar kultum, memberikan kultum, memberikan ifthar, infaq sunnah, zikir dan lain-lain sangat sedikit dilakukan kalau tidak dikatakan tidak ia lakukan karena berat sekali baginya.
الله أكبر، الله أكبر، الله أكبر ، ولله الحمد .
Kaum muslimin jamaah shalat ied rahimakumullah.
Marilah kita cerahkan hati dengan berbagai ibadah di bulan Ramadhan kemarin ini. Marilah kita koreksi dan evaluasi setingan hati kita, apakah sudah bisa tawajjuh kepada Allah dan lebih cinta kepada Rasul-Nya atau justru tertutup oleh kesenangan duniawi. Sehingga lebaran menjadi saat yang mana semangat ibadah turun dan kembali kepada semangat materialistis. Lebaran menjadi saat kemerdekaan dari ibadah puasa yang sangat berat. Lebaran saat untuk tampil dan berlomba yang bersifat materialistis dan glamor. Perasaan kapok berpuasa menguat sehingga puasa 6 hari syawwal tidak pernah terpikirkan untuk dilakukan, karena puasa Ramadhan saja bagi orang dewasa satu ini masih seperti apa yang dirasakan oleh anak-anak, sehingga tidak dilakukan alias tidak berpuasa Ramadhan tanpa udzur syar’i. Na’udzu billahi min zhalik.
Mari kita ukur seberapa sebenarnya peningkatan kwalitas berbagai ibadah kita setelah ditempa dan ditambah dayanya selama bulan Ramadhan. Na’udzu billah jika tidak ada peningkatan, stagnan, bahkan mungkin berkurang.
Oleh karena itu mulai saat ini kita warga masjid ini harus meningkatkan semangat ibadahnya, semangat thalabul ‘ilminya, semangat ukhuwwahnya dan lain-lain sehingga diharapkan dengan pertambahan warga jamaahnya meningkat pula ketaqwaan yang tercermin dalam kehidupan sehari-hari. Bukan meningkat jumlah warganya namun meningkat pula jumlah pemudanya yang tidak tahu orientasi kehidupan, menjadi layaknya pemuda yang suka latah dan ikut-ikutan dengan pemborosan waktu, tenaga bahkan biaya. Bukan meningkat jumlah warganya namun meningkat pula jumlah pemuda dan orang tua yang suka mabuk-mabukan, judi, berkhalwat dengan lain jenis bukan mahram, melakukan perkara-perkara yang tidak penting, asing dengan masjid yang sesungguhnya adalah rumah Allah, yang sering dengan alasan hak asasi karena tidak tahu beda antara hak asasi dan egoistis.
الله أكبر، الله أكبر، الله أكبر ، ولله الحمد .
Kaum muslimin jamaah shalat ied rahimakumullah.
Setelah kau, muslimin berlatih dengan puasa Ramadhan, maka cintailah ibadah puasa itu dengan melakukan puasa sunnah 6 hari di bulan syawwal, puasa senin kamis, puasa ayyamul bidh, puasa arafah, puasa asyura dan lain-lain. Setelah kaum muslimin berlatih banyak shalat cintailah ibadah shalat dengan melakukan shalat nawafil qabliah dan ba’diah, shalat tahiyyatul masjid, shalat syukrul wudhu’, shalat tahajjud, shalat witir, shalat gerhana, shalat dhuha dan lain-lain. Setelah kaum muslimin berlatih berinfaq dengan memberi ifthar atau zakat fitrah maka cintailah ibadah maliah (ibadah harta) dengan melakukannya di waktu-waktu yang lain di luar bulan Ramadhan. Setelah kaum muslimin berlatih beribadah berupa banyak tilawah, maka cintailah ibadah tilawatul qur’an dengan rutin membacanya dengan target khatam dalam waktu 1 atau 2 atau 3 bulan.
Pandangan yang salah : Shalat tarawih harus berjamaah di masjid untuk kaum pria, tetapi ketika shalat fardhu di luar bulan Ramadhan tidak pernah dilakukan di masjid. Membaca Al Qur’an banyak dilakukan di bulan Ramadhan, tapi di liar bulan Ramadhan tidak pernah membaca Al Qur’an. Di bulan Ramadhan mestinya meningkat kwalitas dan kwantitas ibadahnya sehingga masjid menjadi makmur siang dan malam, tetapi justeru meningkat belanjanya sehingga masjid menjadi sepi dan pasar tempat syetan Zalambur menjadi padat dan ramai.
الله أكبر، الله أكبر، الله أكبر ، ولله الحمد .
Kaum muslimin jamaah shalat ied rahimakumullah.
Na’udzu billah bila di tengah masyarakat muslim di sini masih ada orang remaja atau dewasa tidak punya Al Qur’an, tidak bisa membaca Al Qur’an, adzan masih harus dilakukan orang tua atau lanjut usia, suka keluyuran dan tidak peduli dengan apa yang namanya ibadah, hanya urusan perut dan tidak mikir urusan hati dan jiwa, hanya kesenangan kemauan dan hawa-nafsu tidak pernah terbersit kepuasa karena suatu ibadah atau prestasi yang ia harus raih.
Semua ini evaluasi dan koreksi, yang harus selalu disikapi secara dewasa bukan dengan perasaan tersinggung. Harus dikaji dan dipikirkan bagaimana pendidikan generasi kita, apakah hanya berorientasi bisa makan dan hidup tanpa kerohanian yang baik ? Kita harus yakin bahwa dengan mengevaluasi diri dan keluarga kita masing-masing, kebaikan dalam arti yang seluas-luasnya akan menjadi hak-milik kita. Kepada Allah kita memohon pertolongan. Amin ya Rabbal alamien.

بارك الله لى ولكم فى القرآن العظيم ، ونفعنى وإياكم بما فيه من الآيات والذكر الحكيم ، وتقبل منى ومنكم تلاوته إنه هو الغفور الرحيم ، وقل رب اغفر وأرحم وأنت خير الراحمين .
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلىَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَيْتَ عَلىَ إِبْرَاهِيْمَ وَعَلىَ آلِ إِبْراَهِيْمَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ ، وَبَارِكْ عَلىَ مُحَمَّدٍ وَعلَىَ آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلىَ إِبْرَاهِيْمَ وَعَلىَ آلِ إِبْرَاهِيْمَ إِنَّكَ حَمِيْد ٌمَجِيْدٌ ، وَارْضَ اَللَّهُمَّ عَنِ الصَحَابَةِ أَجْمَعِيْنَ وَعَنِ التَابِعِيْنَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إَلَى يَوْمِ الدِيْنِ .
اَللَّهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَدَمِّرْ أَعْدَاءَك َأَعْدَاءَ الدِيْنِ .
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَاْلمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ َاْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ بِرَحْمَتِكَ ياَ أَرْحَمَ الرَاحِمِيْنَ .
اللهم اغفر لنا ولإخواننا الذين سبقونا بالإيمان ولا تجعل فى قلوبنا غلا للذين آمنوا ربنا إنك رؤوف رحيم .
اَلَّلهُمَّ أَعِنَّا عَلىَ ذِكْرِكَ وَ شُكْرِكَ وَ حُسْنِ عِبَادَتِكَ .
اَللَّهُمَّ تَقَبَّلْ مِنَّا صِيَامَنَا وَ قِيَامَنَا وَ قِرَاءَتَنَا وتلاوتنا وَزَكَاتَنَا وَعِبَادَاتِنَا كُلَّهاَ اَللَّهُمَّ تَقَبَّلْ يَا كَرِيْمُ . وَ تُبْ عَلَيْنَا إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمُ .
رَبَّنَا آتِنَا فيِ الدُنْيَا حَسَنَةً وَ فِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَ قَنَا عَذاَبَ النَارِ .
رَبَّنَا اصْرِفْ عَنَّا عَذَابَ جَهَنَّمَ إِنَّ عَذَابَهَا كَانَ غَرَامًا .
سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ اْلعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ وَسَلاَمٌ عَلَى اْلمُرْسَلِيْنَ وَاْلحَمْدُ ِللهِ رَبِّ اْلعَالَمِيْنَ .
والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته .

IBADAH PENAMBAL IBADAH LAIN

(28 RAmAdHAn 1430/18 Sept 2009)

DENISI ZAKAT & ZAKAT FITRAH
تعريف الزكاة : اسم لما يخرجه الإنسان من حق الله تعالى إلى الفقراء .
تعريف زكاة الفطر : الزكاة التى تجب بالفطر من رمضان .

SALAT FARDHU DITAMBAL DENGAN SALAH NAWAFIL
و يكثر مع ذلك من النوافل و لا سيما الرواتب لجبر النقص الذي يصيب صلاة المرء كَمًّا و كَيْفًا لقوله صلى الله عليه وسلم : "أول ما يحاسب به العبد صلاته ، فإن كان أكملها ، وإلا قال الله عز وجل : انظروا هل لعبدي من تطوع ؟ فإن وُجد له تطوعٌ ، قال : أكملوا به الفريضة" . أخرجه أبو داود و النسائي و الحاكم و صححه ، و وافقه الذهبي ، و هو مخرج في "صحيح أبي داود" رقم (810 - 812 ) .

SYARAT PUASA YG SEMPURNA
مختصر إرواء الغليل - (1 / 177)
918 - ( صحيح )
حديث أبي هريرة مرفوعا : إذا كان يوم صوم أحدكم فلا يرفث ولا يصخب فإن شاتمه أحد أو قاتله فليقل إني امرؤ صائم . (متفق عليه) .

BUKTI PUASA TIDAK SEMPURNA
صحيح الترغيب والترهيب - (1 / 262)
1083 - ( حسن صحيح )
وعنه رضي الله عنه قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : رب صائم ليس له من صيامه إلا الجوع ورب قائم ليس له من قيامه إلا السهر . (رواه ابن ماجه واللفظ له والنسائي وابن خزيمة في صحيحه
والحاكم وقال صحيح على شرط البخاري )

ZAKAT FITRAH PENAMBAL KURANG DALAM IBADAH PUASA
صحيح الترغيب والترهيب - (1 / 263)
1085 - ( حسن )
عن ابن عباس رضي الله عنهما قال فرض رسول الله صلى الله عليه وسلم صدقة الفطر طهرة للصائم من اللغو والرفث وطعمة للمساكين فمن أداها قبل الصلاة فهي زكاة مقبولة ومن أداها بعد الصلاة فهي صدقة من الصدقة . (رواه أبو داود وابن ماجه والحاكم وقال صحيح على شرط البخاري ) .

CARA MENGELUARKAN SHADAQAH
لَيْسَ الْبِرَّ أَنْ تُوَلُّوا وُجُوهَكُمْ قِبَلَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ وَلَكِنَّ الْبِرَّ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَالْمَلَائِكَةِ وَالْكِتَابِ وَالنَّبِيِّينَ وَآتَى الْمَالَ عَلَى حُبِّهِ ذَوِي الْقُرْبَى وَالْيَتَامَى وَالْمَسَاكِينَ وَابْنَ السَّبِيلِ وَالسَّائِلِينَ وَفِي الرِّقَابِ وَأَقَامَ الصَّلَاةَ وَآتَى الزَّكَاةَ وَالْمُوفُونَ بِعَهْدِهِمْ إِذَا عَاهَدُوا وَالصَّابِرِينَ فِي الْبَأْسَاءِ وَالضَّرَّاءِ وَحِينَ الْبَأْسِ أُولَئِكَ الَّذِينَ صَدَقُوا وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُتَّقُونَ (البقرة : 177)
Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi Sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari Kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta; dan (memerdekakan) hamba sahaya, mendirikan shalat, dan menunaikan zakat; dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. mereka Itulah orang-orang yang benar (imannya); dan mereka Itulah orang-orang yang bertakwa.

وقوله: { ذَوِي الْقُرْبَى } وهم: قرابات الرجل، وهم أولى مَنْ أُعْطِىَ من الصدقة . (تفسير ابن كثير)

CARA MENGELUARKAN ZAKAT
DAN FUNGSI AMIL
إِنَّمَا الصَّدَقَاتُ لِلْفُقَرَاءِ وَالْمَسَاكِينِ وَالْعَامِلِينَ عَلَيْهَا وَالْمُؤَلَّفَةِ قُلُوبُهُمْ وَفِي الرِّقَابِ وَالْغَارِمِينَ وَفِي سَبِيلِ اللَّهِ وَابْنِ السَّبِيلِ فَرِيضَةً مِنَ اللَّهِ وَاللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ (التوبة : 60)
Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, para mu'allaf yang dibujuk hatinya, untuk (memerdekakan) budak, orang-orang yang berhutang, untuk jalan Allah dan untuk mereka yuang sedang dalam perjalanan, sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan Allah, dan Allah Maha mengetahui lagi Maha Bijaksana.

خُذْ مِنْ أَمْوَالِهِمْ صَدَقَةً تُطَهِّرُهُمْ وَتُزَكِّيهِمْ بِهَا وَصَلِّ عَلَيْهِمْ إِنَّ صَلَاتَكَ سَكَنٌ لَهُمْ وَاللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ (التوبة : 103)
Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka dan mendoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. dan Allah Maha mendengar lagi Maha Mengetahui.

*****

Rabu, 09 September 2009

PUASA SYAR'I DAN PUASA BIDA'I

Amalan yang bagaimana yang Anda pilih : yang diizinkan oleh Allah atau diridhai oleh Allah ?
Jika yang ke 2 yang Anda pilih maka dalam berpuasa misalnya, Anda masuk لعلكم تتقون (kiranya kalian menjadi orang-orang bertaqwa), tapi jika yang ke 1 yang Anda pilih maka dalam hal berpuasa Anda termasuk لعلكم ندوكون (kiranya kalian bakal jadi dukun).
Puasa syar'i, baik yang wajib atau yang sunnah : Menahan segala yang membatalkan puasa dari terbit fajar hingga terbenam matahari dengan niat/sengaja (Fiqih Sunnah, Syaikh Sayyid Sabiq). Jika tidak demikian maka semuanya adalah puasa bida'i (bid'ah).
Dengan puasa bid'ah apapun yang diinginkan akan diizinkan oleh Allah, sedangkan dengan puasa syar'i ketaqwaan bagi pelakunya akan diridhai oleh Allah.
Diizinkan belum tentu diridhai, tetapi diridhai lebih baik daripada cuma diizinkan. Orang ingin jadi pencopet yang licin dengan menjalani puasa, maka dia akan menjadi copet yang licin, artinya keinginannya diizinkan, tapi perbuatan mencopet sekalipun diizinkan tetapi tidak diridhai alias tetap dosa.
Tentukan jenis semua amal-kebaikan Anda yang Anda pilih, jangan salah pilih karena asal menjadi hebat dalam pandangan manusia.
semoga menjadi pengingat untuk kita semua. Amin.

Senin, 31 Agustus 2009

FAEDAH KESUCIAN KETIKA BERJALAN KE MASJID

FAEDAH KESUCIAN KETIKA BERJALAN KE MASJID

Diposting : 31 Agustus 2009
Oleh : Pak De

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,
إِنَّ أَعْظَمَ النَّاسِ أَجْرًا فِى الصَّلاَةِ أَبْعَدُهُمْ إِلَيْهَا مَمْشَى ، فَأَبْعَدُهُمْ . وَالَّذِى يَنْتَظِرُ الصَّلاَةَ حَتَّى يُصَلِّيَهَا مَعَ اْلإِمَامِ أَعْظَمَ أَجْرًا مِنَ الَّذِى يُصَلِّيْهَا ثُمَّ يَنَامُ.... (صَحِيْحُ مُسْلِمٌ 662).
“Sungguh orang yang paling besar pahalanya dalam mengamalkan shalat adalah orang yang paling jauh jarak tempuhnya, kemudian orang yang lebih jauh lagi. Orang yang menunggu penunaian shalat hingga menunaikannya dengan imam lebih besar pahalanya daripada orang yang menunaikannya seorang diri lalu tidur…”. (Shahih Muslim : 662).
Ketika sarana pergi ke masjid adalah berjalan dengan dua kaki, maka setiap muslim diperintahkan pergi ke masjid setiap hari lima kali. Jika dalam kepergiannya ke masjid dan pulang darinya setiap muslim menghabiskan waktu minimal 5 (lima) menit, maka dengan proses hitung yang sangat sederhana, kita ketahui bahwa setiap muslim setiap hari berjalan kaki ke masjid minimal 25 (dua puluh lima) menit. Telah muncul berbagai kajian dan studi ilmiah yang menjelaskan faedah higinis dari berjalan kaki. Sehingga para dokter menyeru semua orang untuk berjalan kaki selama setengah jam setiap hari untuk menjaga kesehatan badan.
Sejumlah pakar di Universitas Illinois di Amerika mengatakan bahwa latihan-latihan yang ringan dan sederhana seperti berjalan kaki selama setengah jam setiap hari akan membantu mengurangi tekanan darah tinggi dalam nadi hingga kembali kepada kondisi normal.
Para pakar itu menegaskan bahwa latihan-latihan itu tidak harus keras demi mendapatkan manfaat kesehatan, akan tetapi cukup dengan olahraga ringan untuk menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh serta membebaskan diri dari tekanan darah tinggi.
Sebagaimana para pakar telah menemukan bahwa berjalan kaki akan memperbaiki cara kerja jantung, menjaga kesehatannya, menurunkan kolesterol, menurunkan tekanan darah tinggi, memperbaiki penyerapan sari makanan dan menyerap manfaat dari unsur-unsur yang ada di dalam makanan. Berbagai studi menunjukkan bahwa penyerapan sari makanan akan menjadi sangat lambat pada orang-orang yang tidak melakukan gerakan-gerakan. Dan penyerapan sari makanan akan menjadi cepat bagi orang-orang yang melakukan gerakan-gerakan atau olahraga.

Al-Alam Al-Islami, edisi : 1942.
Senin : 14 Jumada Tsani 1427 H/10 Juli 2006 M.
*****

Sabtu, 08 Agustus 2009

SEJUMLAH KESALAHAN BESAR DALAM IBADAH ZAKAT

Diposting tanggal : 09 Agustus 2009.
Penulis : Pak De.
Judul : Sejumlah kesalahan besar dalam ibadah zakat.

Ibadah dalam Islam harus dengan ikhlas (hanya karena Allah), shahih (benar) dan ittiba' (mengikuti cara Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam). Ketiga unsur ini adalah syarat shah dan syarat diterimanya suatu ibadah.
Oleh karena itu kita harus selalu menambah ilmu guna menjauhkan diri agar tidak terjerumus ke dalam suatu kesalahan dalam beribadah, karena salah dalam beribadah akan menimbulkan kerugian yang sangat besar. Waktu, biaya dan tenaga terpakai namun pahala dari Allah tidak didapatkan.
Termasuk dalam ibadah zakat. Masih ada kesalahan, sekalipun tidak banyak namun sangat serius. Bagaimana tidak, masih ada anggapan bahwa zakat itu hanya zakat fitrah. Sehingga amil di masjid-masjid yang hanya aktif menangani zakat fitrah. Selain itu, amil di masjid-masjid banyak hanya muncul di bulan ramadhan. Ini juga menunjukkan adanya kesalahan yang kedua : Zakat hanya ditunaikan di bulan ramadhan. Ini jelas menunjukkan adanya anggapan bahwa zakat itu hanya zakat fitrah dan tidak adanya kepedulian dengan apa yang disebut 'nishab' yang merupakan salah satu unsur dalam zakat. Barangkali juga tidak ada kepedulian dengan apa yang disebut 'haul'. Na'udzu billah, jika haul dalam zakat dianggap sama dengan haul berkenaan dengan selamatan yang berkaitan dengan orang mati.
Ada trend di sebagian kalangan kaum muslimin wajib zakat yang menyerahkan zakatnya secara langsung kepada para mustahiq (orang berhak mendapatkan harta zakat). Bahkan mungkin juga masih ada amil yang tidak mau menerima zakat untuk dirinya karena merasa sudah kaya, sehingga tidak perlu menerima bagian dari zakat.
Muzakki (wajib zakat) dan amil sebagaimana disebutkan di atas adalah orang-orang Islam yang melakukan kesalahan karena berani menghapus dan membuang satu unsur di dalam ayat 60 surah At-Taubah, yaitu : amil. Sungguh terlalu berani keduanya menghapuskan dan membuang apa yang sudah difirmankan oleh Allah. Masihkah keduanya sebagai seorang muslim yang kaffah ? Kalau keduanya tidak mau merubah diri dengan menuntut ilmu tentang zakat dan tafsir tentang ayat-ayat yang berkenaan dengannya maka dia benar-benar maksiat kepada Allah.
Ada pula yang salah kepada siapa menyerahkan zakat. Menyerahkan zakat kepada bukan ashnaf yang delapan adalah suatu kesalahan yang sangat serius. Karena ada orang yang menyerahkan zakat kepada anak yatim, padahal keyatiman tidak termasuk kategori ashnaf delapan yang berhak menerima zakat. Lihatlah ayat 60 surah At Taubah, adakah disebutkan di dalamnya yatim ?
Dengan demikian, kesalahan dalam hal ibadah zakat paling jelas ada 6 macam :
1) Zakat dianggap hanya di bulan ramadhan.
2) Zakat dianggap hanya zakat fitrah.
3) Zakat diserahkan langsung oleh muzakki kepada mustahiq.
4) Zakat diberikan kepada anak yatim.
5) Zakat diberikan kepada janda.
6) Amil karena sudah kaya lantas tidak mau menerima bagiannya dari harta zakat.
Maka harus benar memahami zakat dan mengelolanya. Pahami apa itu nishab, haul, harta, miqdar zakat dan hal-hal lain yang berkenaan dengan zakat.
Semoga tulisan ini menggugah semua kaum muslimin, baik yang sudah wajib zakat atau belum atau amil dan kaum muslimin secara umum. Amin ya Rabbal alamien.

Senin, 27 Juli 2009

PENGEBOMAM RAJAB 1430 H/JULI 2009 DI JAKARTA

Diposting tanggal : 28 Juli 2009.
Penulis : Pak De.
Judul : Pengeboman Rajab 1430 H/Juli 2009 M

Biadab pengebom bunuh diri di JW Marriot dan Rits Carlton Jakarta. Jika dia seorang muslim, tiada lain adalah muslim gadungan. Sudah berani ngebom bunuh diri namun ilmu agama Islamnya minim. (1) Yang menjai korban juga banyak yang muslim. (2) Anti Al Qur'an ayat 36 surat At-Taubah, di bulan Rajab haram hukumnya ngebom bunuh diri atau bukan bunuh diri tanpa alasan adanya serangan dari pihak musuh.
Namun anehnya, sangat minim kalangan ulama yang mengetengahkan penjelasan tentang kasus pengeboman tersebut yang dikaitkan dengan poin 2 di atas. Jangan-jangan kebanyakan mereka lupa membela Islam dan membersihkannya dari tuduhan orang-orang jahil. Di bulan Rajab haram melakukan peperangan atau pengeboman yang tidak masuk kategori membela diri.